Beranda Maluku Utara Besi Putih Aksesoris Khas Maluku Utara

Besi Putih Aksesoris Khas Maluku Utara

5400
0
BAGIKAN

GN, Ternate – Letak penjualan aksesoris besi putih tepat berada di pusat Kota Ternate. Berada di himpitan pertokoan di Pasar Gamalama, sekitar seratus pedagang besi putih mengais rejeki di tempat itu. Di sebuah lapak besi putih yang sederhana, Khairudin pria berumur 33 tahun, tengah merangkai gelang basi putih untuk di jual. Aksesoris Besi Putih, khas Maluku Utara yang sempat booming pada tahun 1990an ini, kini mulai tersisih akibat serbuan akesoris import di Ternate, namun hal tersebut tak membuat pedagang besi putih takut bersaing.

Saat ini Bahan baku besi putih masih di datangkan dari Kabupaten Kepulauan Morotai Maluku utara. Bahan bakunya berbentuk seperti seng, harga bahan baku tergantung dari besar dan kecilnya. Desain aksesoris besi putih tergantung dari pesanan pembeli dan permintaan pasar. Khairudin mengaku berjualan besi putih sejak tahun 1998, ia dan istrinya dulu berjualan di kapal, pada tahun 2000, mereka mendapatkan lapak di depan pertokoan di jalan Nukila Kelurahan Gamalama Ternate. Baru pada Tahun 2004 mereka menempati lapak yang sekarang, yakni di samping pertokoan Gloria Mini Market Jalan Nukila Kelurahan Gamalama Kota Ternate Tengah. Sejak itulah, ia dan istrinya menggantungkan hidup dari penjualan besi putih.

Mulai dari cetak nama di gelang, pesanan kalung, cincin, pesan foto di platoon, Khairudin setia melayani pelanggannya. Harga paling murah Rp.25.000 – Rp150.000. Jika dulu ia mampu menghasilkan Rp. 750.000 sehari, kini ia mengaku, hanya menghasilkan Rp.400.000 sehari. Khairudin yakin, meski banyak saingan namun pesona besi putih masih mampu menarik perhatian pembeli. Acesoris khas Maluku Utara ini, hingga saat ini masih di incar wisatawan, Khairudin mengaku, mendapatkan penghasilan cukup banyak jika banyak tamu dari luar daerah datang berkunjung di Ternate.

Saat ini yang menjadi favorit pembeli, adalah gelang besi putih yang dirangkai dengan batu badar besi, satu buah gelang ia hargai Rp.60.000, sedangkan kalung di jual seharga Rp. 125.000. Dalam sehari ia mampu menghasilkan 10 buah gelang dan kalung. Pada bulan haji seperti sekarang ini, pendapatan dari hasil jual besi putih menurun. Penjualan besi putih baru akan meningkat saat hari raya. Pria asli Kabupaten Kepulauan Morotai ini mengaku,dirinya dan pedagang besi putih yang rata-rata berasal dari Kabupaten Kepulauan Morotai ingin di perhatikan Pemda setempat. Lapak yang ia miliki saat ini dekat dengan saluran pembuangan air (selokan) hingga bau kurang sedap kerap jadi penghalang datangnya pembeli. Di buka dari jam 09.00 wit hingga pukul geliat pedagang besi putih baru akan berakhir pada pukul 22.00 wit. Keistimewaan aksesoris besi putih asli jika di pakai tak akan berubah warna atau berkarat. (red)