Beranda Hukrim Warga Sabia Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Mangga

Warga Sabia Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Mangga

1460
0
BAGIKAN
Korban M. Sahril warga Lingkungan Sabia, Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara, ditemukan tewas gantung diri disebuah pohon mangga, Jumat (07/10/2016)

GN-Ternate, M. Sahril (24) warga lingkungan Sabia, Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara ditemukan tewas gantung diri. Saat ditemukan, leher pria lajang ini terlilit sebuah tali jemuran yang terikat di pohon mangga.

Kronologis kejadian, seperti diceritakan ayah korban, Asrum Sidik saat ditemui Gamalamanews.com di Mapolsek Ternate Utara, Jumat (07/10) mengatakan, pagi hari sebelum berangkat ke kantor, dirinya tidak melihat perilaku aneh pada anak keduanya tersebut.

Kemudian, pada sore hari sepulang kantor Asrum mendapat laporan dari istrinya, Nuraini Mila bahwa cucunya (keponakan korban) melihat sang paman, mondar-mandir dan pergi membawa seutas tali jemuran yang disembunyikan dibalik bajunya.

Menerima laporan tersebut, Asrum lantas bersama dua orang warga lainnya, menjelang magrib sekitar pukul 18.30 WIT, mencari M. Sahril disekitar lingkungan mereka, namun upaya tersebut gagal dan mereka pulang ke rumah masing-masing. Namun, menjelang isya pun M. Sahril tidak juga kunjung pulang.

Mendapat firasat tidak enak, Asrum bersama dua warga lainnya sekitar pukul 20.30 WIT, kembali melakukan pencarian. Betapa kagetnya mereka bertiga, setibanya disalah satu kebun warga yang jauhnya kurang lebih 200 meter dari rumah Asrum. Terlihat sesosok tubuh tergantung diatas pohon mangga. Tidak salah lagi, pria muda yang mengenakan kaos jersey timnas prancis dan bercelana pendek putih kombinasi hitam bergaris-garis tersebut adalah anaknya, M. Sahril.

Menurut Asrum, selama ini korban tidak pernah ada masalah, baik dengan keluarga atau pun rekan-rekannya. Namun, ia berusaha mengingat-ingat kembali sekitar tahun 2013, korban pernah terjatuh dari sepeda motor, namun setelah kejadian itu korban baik-baik.

Selang dua tahun kemudian sekitar April 2015, sepulang dari rumah kerabatnya di Kao, Halmahera Utara, ada perubahan drastis dari pemuda yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang ojek ini. Tidak seperti biasanya, korban cenderung murung dan suka menyendiri serta menghindari komunikasi dengan keluarga. “Dia tidak suka bicara, sering menghindar dan lebih suka menyendiri. Tapi masing sering keluar ba ojek. Pernah periksa di dokter, katanya dia (korban) ada gangguan syaraf,” kata ayah korban kepada Gamalamanews.com.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Mapolsek Ternate Utara yang mendapat laporan adanya warga tewas gantung diri, langsung turun melakukan identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi juga diperiksa, termasuk orang tua korban.

Asrum, ayah korban mengaku telah ikhlas atas kepergian anak keduanya tersebut dan mengaku tidak akan melanjutkan proses hukum tewasnya M. Sahril. “Ayah korban tadi datang ke Mapolsek buat surat pernyataan, bahwa tidak mau diproses,” ujar salah satu petugas yang enggan namanya disebutkan.

Saat ini, korban sudah dievakuasi dan semayamkan di rumah orang tuanya di lingkungan Sabia. Menurut ayah korban, besok siang jenazah anaknya dikuburkan.(sga)