Beranda Maluku Utara Bambu Gila, Tarian Mistis Dari Ternate

Bambu Gila, Tarian Mistis Dari Ternate

622
0
BAGIKAN
Suba, sebagai tanda akan di mulainya tarian bambu gila

GN-Ternate,   Ada kekuatan mistis saat Mantra, kemenyan, dan tujuh pria kuat bertarung melawan sebatang bambu dengan panjang sekitar 2,5 meter dan berdiameter 8 centimeter merupakan pemandangan menarik yang bisa Anda nikmati ketika menyaksikan “bambu gila” di Ternate.

Setelah menyaksikan pertunjukan ini, Anda akan merasakan pengalaman supranatural yang mungkin jarang atau belum pernah Anda rasakan sebelumnya.

Tarian ini juga dikenal dengan nama Bambu Gila atau Baramasuwen. Pertunjukan ini bisa ditemui  di  Provinsi Maluku Utara,daerah di kota Ternate dan sekitarnya.

Untuk memulai pertunjukan ini sang pawang membakar kemenyan di dalam tempurung kelapa sambil membaca mantra dalam “bahasa daerah” yang merupakan salah satu bahasa tradisional Ternate. Kemudian asap kemenyan  dihembuskan  pada  batang bambu yang akan digunakan. Jika menggunakan jahe maka itu dikunyah oleh pawang sambil membacakan mantra lalu disemburkan ke bambu.

Tarian bambu gila atau baramasuen di pantai sulamadaha Ternate
Tarian bambu gila atau baramasuen di pantai sulamadaha Ternate

Fungsi kemenyan atau jahe ini untuk memanggil roh para leluhur sehingga memberikan kekuatan mistis kepada bambu tersebut. Roh-roh inilah yang membuat batang bambu seakan-akan menggila atau terguncang-guncang dan semakin lama semakin kencang serta sulit untuk dikendalikan.

Biasanya, dalam berbagai atraksi yang melibatkan hawa mistis, manusialah yang dirasuki oleh roh mistis tetapi dalam tarian baramasuen  ini,  roh mistis yang dipanggil dialihkan ke dalam bambu.

Ketika pawang membacakan mantra berulang-ulang, si pawang lantas berteriak “baramasuen dadi gou-gou!” Atraksi bambu gila pun dimulai. Alunan musik mulai dimainkan ketika tujuh pria yang memegang bambu mulai merasakan guncangan bambu gila.

Bambu terlihat bergerak sendiri ketika pawang mengembuskan asap dan menyemburkan jahe ke batang bambu. Para pria yang memeluk bambu mulai mengeluarkan tenaga mereka untuk mengendalikan kekuatan guncangan bambu.

 

Ketika irama musik mulai dipercepat, bambu bertambah berat dan menari dengan kekuatan yang ada di dalamnya. Atraksi bambu gila berakhir dengan menyerahnya  para pemain di arena pertunjukan.

Hal yang unik dari pertunjukan ini, kekuatan mistis bambu gila tidak akan hilang begitu saja sebelum diberi makan api melalui kertas yang dibakar.

Bambu yang digunakan merupakan bambu lokal. Namun, proses memilih dan memotong bambu tidak sembarangan, karena dibutuhkan perlakuan khusus. Pawang terlebih dahulu meminta izin dari roh yang menghuni hutan bambu tersebut.

Bambu kemudian dipotong dengan melakukan adat tradisional. Bambu dibersihkan dan dicuci dengan minyak kelapa kemudian dihiasi dengan kain pada setiap ujungnya. Dahulu, bambu langsung diambil dari Gunung Gamalama, gunung api di Ternate, Maluku Utara.

Tradisi tari bambu gila diyakini sudah lama dimulai sebelum agama Islam dan Kristen masuk ke kepulauan ini. Sampai sekarang tari berbau mistis ini masih terus di pertunjukan.

Melihat tarian ini merupakan pengalaman spiritual yang unik. Lantunan mantra dari pawang dan tabuhan tifa menciptakan pertunjukan yang tidak bisa Anda temukan di tempat lain di dunia. Apalagi jika Anda ikut menari dengan bambu gila, membuat pengalaman ini sulit untuk Anda lupakan.(sumber Kompas Travel)