Beranda Maluku Utara Sidak, Pedagang Laporkan Ada Pungli Yang Di Lakukan Oknum Petugas Di pasar...

Sidak, Pedagang Laporkan Ada Pungli Yang Di Lakukan Oknum Petugas Di pasar Dan Terminal Gamalama Ternate

478
0
BAGIKAN

GN – Ternate, Hari Kamis (10/11/2016) Dinas Perhubungan Komonikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Ternate dan Reskrim Polres Ternate bekerja sama melakukan sidak Pungutan Liar  (Pungli) di sejumlah titik,  diantaranya Pasar Gamalama, depan Toko Gloria Minimarket dan di depan Toko Buku Amanah Kota Ternate.

Ternyata, di temukan dugaan ada   oknum petugas yang melakukan pungli, salah satunya oknum pegawai Dinas Pasar yang lakukan penagihan retribusi kepada para pedagang buah dan pakaian sebesar RP 7000  sampai RP 15.000 perhari, begitu juga dengan oknum petugas Dishubkominfo.

Informasi tersebut, di dapatkan atas pengakuan pedagang yang di datangi oleh Faruk Albar.

Kepala Dinas Perhubungan Kominikasi dan Informatika (Kadishubkominfo) Kota Ternate Faruk Albaar usai melakukan sidak mengatakan, “khusus di Pasar Gamalama, terdapat banyak pungli yang dilakukan oleh oknum Dinas Pasar dan oknum Dishub sendiri, karena saat penagihan retribusi tidak sesuai dengan perda retribusi yang berlaku di Kota Ternate, dalam perda itu, restribusi hanya Rp. 2000 per hari”.

Kadishub Kota Ternate, Faruk Albar
Kadishub Kota Ternate, Faruk Albar

Lanjutnya, “khusus pegawai Dishub yang ditemukan Pungli saat operasi dadakan, akan diproses, dan yang PTT tetap dipecat, karena menurut Faruk ada 5 orang pegawai Dishub yang sesuai keterangan dari pedagang itu nama-namanya masih  berstatus PTT (pegawai tidak tetap)”, tegas Kadishub.

Selain dari itu tambahnya,  para pedang buah dan alat dapur  yang berjualan di area Pasar Gamalama mulai hari ini harus keluar, dan tempatnya dikosongkan, karena area Terminal  Gamalama adalah kawasan Dishub, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pungli yang berkepanjangan, Terangnya.

Sementara itu Faruk mengakui,oknum  Pegawai Dishub yang di duga melakukan pungli, namanya  sudah dikantongi, dan di duga  Pungli ini terjadi karena permainan orang dalam yang  terstruktur, “ jadi  ini harus dibongkar biar semuanya jelas” tegas Faruk.

“Kawasan Pasar Gamalama Punglinya sangat tinggi, karena di duga  ada permainan orang dalam, sehingga para  oknum pegawai berani menagih pedagang diluar dari Perda Retribusi,  apalagi ada pengakuan pedagang bahwa mereka ditagih  mulai dari RP. 5000 sampai RP 15.000 per hari,”. Tutupnya (NN)