Beranda Maluku Utara Vandalisme di Benteng Oranje, Salah Siapa ?

Vandalisme di Benteng Oranje, Salah Siapa ?

703
0
BAGIKAN
Pintu gerbang Benteng Oranje Ternate

GN-Ternate, Aksi Vandalisme dan pengrusakan di situs sejarah, Benteng Oranje Ternate, makin hari makin memprihatinkan. Dari gerbang masuk, kita sudah disuguhkan pemandangan yang menganggu mata.

Pintu Masuk Benteng Oranje Ternate
Pintu Masuk Benteng Oranje Ternate

Keadaan yang sama juga dapat kita lihat di sudut kiri dan kanan Benteng peninggalan bangsa Belanda itu. Belum lagi situasi kotor dan tak terawat langsung bisa kita nikmati, plus tak ada petugas kebersihan yang peduli akan situasi benteng yang menjadi situs sejarah tersebut.

img_20161116_150832_wm

 

Di beberapa sudut benteng orange, terlihat kamera kecil berwarna putih mulai terpasang. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Ternate rupanya mengambil langkah taktis itu, untuk memantau keadaan benteng 1×24 jam.

Mariam di benteng Oranje Ternate
Mariam di benteng Oranje Ternate

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Ternate Anas Conoras, mengatakan “kita sudah pasang cctv untuk meminimalisir aksi vandalisme, ada cctv di beberapa sudut benteng untuk memantau aktifitas pengunjung”.

aksi Vandalisme di Bneteng Oranje Ternate
aksi Vandalisme di Bneteng Oranje Ternate

Namun saat di tanya apakah selama cctv itu terpasang, apakah sudah ada pelaku vandalisme danpengrusakan yang diamankan, namun Anas menjawab belum.

Lampu di Benteng Oranje yang di rusak
Lampu di Benteng Oranje yang di rusak

 

“Belum ada pelaku yang kita amankan terkait sejumlah pengrusakan dan aksi vandalism di benteng ini, jika ada, pelaku akan kita proses sesuai hukum yang berlaku” tuturnya.

Sisi kiri Benteng yang di coret-coret
Sisi kiri Benteng yang di coret-coret

Sejumlah aksi vandalisme memang terekam sangat jelas di sebagian besar tembok benteng peninggalan Belanda itu, mulai dari pintu masuk hingga sisi kanan dan kiri benteng, banyak terdapat coretan baik itu dengan cat, piloks, bahkan lampu taman dan tiang penyangga lampu banyak yang rusak.

Aksi vandalisme di sisi kiri Benteng Oranje Ternate
Aksi vandalisme di sisi kiri Benteng Oranje Ternate

 

“Kita memang kesulitan memantau benteng ini karena kita kekurangan personil, itulah kenapa kita pasang cctv, saya berharap dengan adanya cctv, kita bisa memantau keadaan benteng 1×24 jam”,  tegas Anas.

Anas Conoras Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ternate
Anas Conoras Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Ternate

Anas juga menambahkankan , “jam kerja pegawai negeri sipil tidak sampai malam, ini juga kesulitan buat kita untuk memantau Benteng Oranje” kilah Anas.

Tiang lampu Bneteng yang ikut di rusak
Tiang lampu Bneteng yang ikut di rusak

Sekedar menolak lupa,  pada tahun 1607  VOC (Vereenugde Oost Indische) membangun sebuah benteng. Kedatangan VOC (Belanda) ke Ternate sebetulnya bukan karena inisiatif bangsa Belanda sendiri yang sudah berada di Indonesia (Banten, Pulau Jawa) sejak tahun 1596. Tetapi karena ‘undangan’ Sultan Ternate karena merasa kewalahan menghadapi bangsa Spanyol, setelah salah satu kerabatanya ditangkap dan diasingkan ke Manila. Sebagai hadiah kepada Belanda atas bantuannya mengusir Spanyol dari bumi Ternate, Sultan Ternate membolehkan Belanda untuk membangun sebuah benteng yang pembangunannya dipimpin oleh Cornelis Matelieff de Jonge, benteng tersebut bernama Benteng Oranje (di kutip dari Visit Ternate). (Chand)