Beranda Maluku Utara Anggota DPD RI Kunjungi RSUD Chasan Busoiri Ternate

Anggota DPD RI Kunjungi RSUD Chasan Busoiri Ternate

386
0
BAGIKAN
Anggota DPD RI basri Salama Kunjungi RSUD Chasan Busoiri ternate

GN-Ternate, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  RI dapil Maluku Utara Selasa  siang  (13/12) menyidak Rumah Sakit Chasan Busoiri Ternate  terkait adanya mogok kerja yang di lakukan tenaga kesehatan di rumah sakit itu,  diduga akibat mogok tersebut satu orang pasien meninggal dunia karena terlambat di tolong.

Inspeksi mendadak di lakukan Basri Salama Anggota DPD   di  RSUD Chasan Busoiri Ternate  terkait aksi boikot yang di lakukan tenaga medis mulai dari perawat, bidan, bahkan dokter di rumah sakit tersebut.

Diduga aksi tersebut terjadi sejak 24 november 2016 lalu  akibat dari belum  dibayarnya  uang jasa dan BPJS  para tenaga medis oleh pihak manajemen rumah sakit.

Berdialog dengan Bidan dan pasien yang sedang dirawat

Saat menemui kepala ruangan VIP  Edelwais dan mempertanyakan adanya aksi tak terima pasien di rumah sakit tersebut,  namun kabar  dibantah bahkan para bidan yang mengaku tetap menerima pasien.

“pasien ini kita terima dari IGD dan dari ruang kebidanan, jadi kita masih terima pasien”, ujar salah satu bidan

Di ruang VIP Kebidanan anggota DPD RI  itu menemui seorang pasien yang tengah di rawat usai persalinan, pasien tersebut mengaku masih mendapat kunjungan Dokter.

Sementara di ruang anak  hanya terdapat satu pasien anak yang sedang menanti visite dokter jaga.

Arfa salah  perawat ruang anak RSUD Chasan Busoiri mengatakan pasien emergensi tetap kita terima.

Sementara itu di ruang instalasi gawat darurat (IGD)  tampak pasien sedang menjalani perawatan.

dr Yayuk,  salah satu dokter jaga di IGD  RSUD  Chasan Busoiri Ternate mengatakan  “kami tetap terima pasien dari awal demonstrasi dan  masalah konfirmasi pasien yang meninggal itu silahkan  hubungi pihak management rumah sakit,  kami tidak berhak memberikan informasi itu. Ungkapnya kepada Basri Salama.

Sementara itu,  salah seorang anggota keluarga pasien tampak baru saja mendapat pelayanan di ruang IGD selasa (13/12)

Elan Djafar warga Kelurahan Toboko Ternate, mengaku di layanani pihak rumah sakit. Ia mengantarkan anaknya yang  berumur Sembilan (9) bulan karena  buang air sama muntah muntah. “karena keadaan emergensi kami di layani tadi kami masuk jam 10 pagi tadi (selasa)”.

Menutut  Basri Salama  “mogok kerja yang di lakukan tenaga medis rumah sakit chasan busoiri ternate  ini adalah kesalahan pemerintah daerah yang tidak serius menangani persoalan ini.

AnggotaDPD  RI dapil Maluku Utara itu juga mengatakan  “mestinya Gubernur sudah mengambil kebijakan sekresi,  dia punya kekuasaan potong saja anggaran SKPD  untuk bayar tunggakan ini, atau bisa meminjam dipihak ketiga, nanti baru di lunasi”. (chand)