Beranda Ruang Kita Weda, Lain Dulu Lain Sekarang

Weda, Lain Dulu Lain Sekarang

343
0
BAGIKAN
Oleh: Hasan Alghazaly

MASIH terlintas dibenak kala itu Weda tak seperti sekarang. Di samping kanan-kiri badan jalan dekat bukit loiteglas masih tumbuh soki (mangrove) dan hamparan rawa.

Weda 9 tahun silam tak mudah mencapainya. Butuh waktu seminggu bila menaiki perintis atau sehari penuh bila melintasi jalan darat. Medannya pun berat dilintasi, apalagi bila turun hujan. Hanya dua kemungkinan melintasi kilo 8 dengan cara dikerek atau kembali ke rumah dan menunggu mengering jalan berlumpur itu.

Tapi kini setelah hampir 9 tahun berlalu masa kepemimpinan Aba Acim (sapaan akrab bupati Halteng) melalui tangan dinginnya mampu mengubah wajah dekil yang dulu kecamatan menjadi kota idaman bagi masyarakat Halteng.

Hotel nan megah, bangunan kantor dan perumahan, rumah sakit, jalan, listrik, air bersih, bank nasional maupun swasta tampak tumbuh subur bak jamur dimusim penghujan. Geliat perekonomian rakyat meningkat drastis aksesibilitas antar kecamatan semakin mudah plus murah, dan masih banyak lagi bila diurai satu persatu.

Memang harus juga diakui kalau pembangunan yang dilakukan aba Acim masih ada terdapat kekurangan disana sini. Fokus pembangunan yang praktis masih terpusat di Kota Weda dan belum merata ke wilayah kecamatan yang lain menjadi soal tersendiri yang segera diatasi agar tidak menimbulkan diskriminasi dan ketimpangan pembangunan.

Meski demikian, patut di ingat bahwa waktu kurang lebih 9 tahun adalah masa yang masih sangat singkat untuk menyulap Halteng menjadi mentereng. Apalagi dengan kondisi struktur tanah ibu kota Weda yang rata-rata dipenuhi rawa dan soki.

Alhasil, akhirnya cita-cita Bupati untuk mewujudkan mimpi membangun Halteng yang keren, membutuhkan waktu dan anggaran yang cukup besar dalam merealisasikan semua itu.

Namun meski begitu, banyak daerah bahkan negara memuji progres percepatan pembangunan yang dilakukan oleh aba Acim. Sejumlah penghargaan pun diterima bupati mulai dari penghargaan pengelolaan keuangan daerah yang baik hingga penghargaan terkait percepatan pembangunan daerah tertinggal.

Apresiasi pemerintah pusat terhadap Pemkab Halteng tentu bukan tanpa alasan akan tetapi sudah melalui tahapan pengkajian dan penilaian secara obyektif dan transparan.

Karenanya kita sebagai masyarakat Halteng harusnya berbangga dan terus berupaya mendorong Pemkab Halteng menyelesaikan arah kebijakan pembangunan yang lebih komprehensif dan menyeluruh. Sehingga pembangunan daerah yang dicita citakan Bupati Aba Acim itu dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Salam….