Beranda Citizen Journalism Belasan Pelajar Terjaring Rajia, Dua Diantaranya Tertangkap Tangan Membeli Minuman Keras

Belasan Pelajar Terjaring Rajia, Dua Diantaranya Tertangkap Tangan Membeli Minuman Keras

207
0
BAGIKAN
Belasan pelajar yang dirajia. Foto : Istimewa

GN-Ternate, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Ternate,  (Satpol-PP)  senin (06/17), melakukan rajia pelajar di sejumlah tempat di kecamatan Kota Ternate Tengah dan Kota Ternate Utara.

Razia Satpol PP berhasil mengamankan belasan Siswa SMA dan SMP yang bolos sekolah dan asik menghisap rokok, sementara dua  orang siswa juga   tertangkap tangan membeli minuman keras jenis captikus di salah satu warung penjual captikus di Kelurahan Kalumpang Kecamatan Kota Ternate Tengah. Dalam razia Satpol PP berhasil mengamankan 17 siswa diantaranya 12 siswa tingkat SMA dan 3 siswa SMP.

Barang bukti yang berhasil diamankan

“Siswa yang berhasil diamankan, langsung di serahkan ke pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate, namun yang diterima hanyalah siswa SMP,  Siswa SMA ditolak karena menurut keterangan anggota Satpol PP dilapangan ternyata sma ini sudah bukan lagi tanggung jawab Dinas Pendidikan Kota Ternate sehingga langsung diantar ke salah satu UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Malut  yang berada di Kelurahan Kasturian Ternate “, ungkap Kasat Pol PP kota Ternate, Fandi Mahmud saat di wawancara sejumlah wartawan diruangannya.

Fandi menambahkan “selain merajia belasan siswa yang tengah asik menghisap rokok,  dua oknum siswa SMA di salah satu SMA di kota Ternate tertangkap tangan sedang melakukan pembelian minuman keras jenis captikus di salah satu tempat penjualan yang berada di Kelurahan Kalumpang, dua pelajar tersebut langsung diamankan Kasatpol PP Kota Ternate di Kantor Satpol PP dan diserahkan kepada orang tua masing masing”, tutur fandi

“Terkait dengan kegiatan operasi ini akan intens dilakukan oleh satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kota Ternate, jadi razia ini bukan saja terkait dengan pelanggaran perda namun siswa-siswa yang berkeliaran akan ditindak secara tegas”, tutup Fandi.