Beranda Maluku Utara Jelang Idul Adha Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate Musnahkan Ratusan Kilo...

Jelang Idul Adha Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate Musnahkan Ratusan Kilo Ayam Potong

270
0
BAGIKAN

Gamalamanews.com – TERNATE, Jelang Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1438 Hijriyah, Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate memusnahkan 280 kilo lebih daging ayam potong yang membusuk pada saat di bawa dari Surabaya ke Ternate.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Karantina Pertanian Kelas II Ternate, Simon Soi, S.Pt, yang diwawancarai media ini diruangan kerjanya mengatakan, belum lama ini petugas karantina pertanian memusnahkan 280 kilo lebih ayam potong yang telah membusuk pada saat dibawa dari Surabaya ke Ternate.

“Ratusan ayam potong yang membusuk ini karena adanya kerusakan freezeer (pendingin) di atas kapal sehingga menyebabkan pembusukan”.

“Pembusukan ini diketahui petugas pada saat pembongkaran sehingga didapatkan ratusan ekor ayam yang telah busuk tersebut, hingga petugas memberitahukan pemiliknya bahwa daging ini tidak boleh untuk jual, maka itu balai karantina melakukan pemusnahan” ungkap Simon.

Selain temuan ayam yang membusuk Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate juga mengamankan empat ekor anjing jenis rottweiler dari Jakarta yang tidak memiliki dokumen lengkap.

Ayam potong yang disita dan dimusnahkan

Setelah dilakukan penahanan, petugas meminta pemiliknya untuk melengkapi dokumen pengiriman namun tidak bisa dilengkapi sehingga empat ekor anjing tersebut dibawa kembali ke Jakarta dengan dikawal oleh petugas karantina.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Tata Usaha Karantina Pertanian Kelas II Ternate, juga menghimbau kepada masyarakat Maluku Utara untuk meminta kerja sama agar apabila ada hewan atau bahan asal hewan, tumbuhan atau bahan asal tumbuhan yang keluar maupun masuk ke wilayah Maluku Utara dimohon laporkan ke petugas karantina baik yang ada di pelabuhan atau di bandara.

“Karena mengingat Provinsi Maluku Utara merupakan satu-satunya provinsi yang ada di Indonesia yang masih bebas penyakit flu burung atau avian influenza, tentu tanggung jawab ini bukan hanya tanggung jawab balai karantina tapi tanggung jawab masyarakat juga”, himbau Simon. (HI)