Beranda Halmahera Utara Kronologis Temuan Mayat di Gosoma

Kronologis Temuan Mayat di Gosoma

711
0
BAGIKAN

TOBELO – Kronologis penemuan mayat di Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara, berawal ketika sepasang Suami  istri Ferlix Lilingir dan istrinya  Kirsa Karitahi saat mencari sayur di belakang Wisma Hati Kudus, Minggu (1/10).

“Saya dan istri sementara mencari sayur, tak lama mendengar suara lalat dan bau bangkai, sehingga kami berdua mendekat di tumpukan lalat, setelah mendekat ternyata melihat korban”, jelasnya Ferlix.

Setelah melihat kejadian tersebut Ferlix langsung berlari menuju rumah dan memberitahukan ke orang tuanya dan Moronene (50), kemudian orang tuanya  langsung menelpon, Daniel Rahayaan selaku   Kepala Desa Gosoma.

Setelah itu Ferlix pun berlari kembali Ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.

Informasi yang diterima dari warganya itu, Daniel kemudian Menghubungi Pihak kepolisian Polres Halut.

Terpisah Kanit II Reskrim Polres Halut membenarkan hal tersebut, bahwa dia sendiri diberitahukan oleh Kepala Desa Gosoma Daniel Rahayaan bahwa ada warganya menemukan mayat di kebun pohon kelapa milik keluarga Krikok.

Setelah menghubungi pihak kepolisian  Daniel lalu meminta bantuan kepada  Team Rescue Basarnas Halut dan Tim basarnas langsung turun Ke TKP.

Tak berselang lama kemudian anggota penyidik Reskrim Polres Halut Brikpol Mus Muliayadi dan  Brikpol Dedi Wahyudi mendatangi tempat kejadian perkara untuk lakukan Identifikasi terhadap korban tersebut.

Kemudian Tim Reskrim Polres Halut lakukan evakuasi tepat pada pukul 17.45.wit dan kemudian mayat korban tersebut dibawakan ke RSUD diruangan Instalasi Pemulasaran Jenazah untuk dilakukan atopsi oleh dokter.

Kanit II Reskrim Polres Halut Aiptu Yono Tjuluku menyampaikan bahwa Korban tersebut belum juga diketahui Identitas yang sebenarnya, dan untuk motif kematiannya belum dapat dipasti penyebabnya apa, karena sementara dilakukan penyelidikan oleh pihak Polres Halut, adapun tanda-tanda penyebab kematian ada dugaan namun itu belum juga bisa dipastikan karena harus melalui prosedur penyelidikan, jelas Yono. (HARI)