Beranda Maluku Utara Perkembangan Banjir Rua: Normalisasi Jalur Air, Antisipasi Banjir Susulan

Perkembangan Banjir Rua: Normalisasi Jalur Air, Antisipasi Banjir Susulan

381
0
BAGIKAN

TERNATE – Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Ternate,  terus memantau perkembangan  normalisasi kali mati  bencana banjir yang baru-baru ini mengenangi beberapa RT di Kelurahan Rua Kota Ternate Pulau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Mansur P. Mahli, ketika dikonfirmasi  wartawan Gamalamanews.com  di ruangannya Rabu (11/10) menjelaskan bahwa perkembahan pembuatan talud di Rua RT 8, saat ini masih dalam pantauan BPBD karena saat ini dalam pekerjaan penggarukan jalur air dengn upaya agar tidak terjadi banjir kembali.

“Normalisasi yang dilakukan itu karena air yang keluar tidak memiliki jalan sehingga membludak keluar dipemukiman warga karena lekukan jalur air disitu memang tidak ada sehingga ketika banjir yang pertama masuk hingga ke rumah-rumah terutama d RT 8,” tuturnya.

Lanjut dia, dalam normalisasi yang dilakukan pada tahap pertama terjadi banjir,  setelah dilakukan penggarukan jalur air kembali lagi terjadi banjir yang kedua namun folume air yang keluar sangat sedikit dan telah mengalir mengikuti jalur yang dilakukan normasisasi pembuatan talur yang saat ini dalam proses pembuatan.

Untuk itu lanjut dia,  untuk meminimalisir terjadinya banjir maka dilakukan kerjasama antar lintas sektor yang tergabung dalamnya antara lain Balai jalan, dan juga balai sungai, untuk mensingkronkan rencana pembangunan  dan antisipasi jika  curah hujan kembali terjadi  yang lebih tinggi air tidak lagi merambat kerumah warga namun air bisa mengikuti jalur yang sudah dibuat.

Akunya, saat ini terus diadakan pantauan pekerjaan normalisasi pada jalur air. Tempat untuk menghindari terjadinya banjir seperti pertama kali terjadi. “Keluarnya air pada banjir pertama memiliki folume air yang banyak sehingga dilakukan normalisasi talud, ” ungkapnya.

Dia berharap, dengan adanya normalisasi tersebut agar tidak terjadi banjir seperti sebelumnya. Dan air tidak lagi merambat kerumah warga. (HARI)