Beranda Hukrim 12 Mahasiswa Kena Skorsing, Mahasiswa Teknik Tuntut Dekan di Berhentikan

12 Mahasiswa Kena Skorsing, Mahasiswa Teknik Tuntut Dekan di Berhentikan

826
0
BAGIKAN

TERNATE – Aksi solidaritas Mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, terus berlanjut hingga hari kedua, Kamis (19/10).

Kali ini melibatkan ratusan  mahasiswa Fakultas Teknik dari enam Program Studi (Prodi) memadati depan ruangan dekan Fakultas Teknik, Unkhair,  aksi itu dilatarbelakangi oleh 12 mahasiswa Teknik yang diskorsing,  karena permasalahan Pengenalan Alam Jurusan (PAJ) beberapa bulan lalu, mereka yang di skorsing terdiri dari empat  prodi dan masing-masing prodi ada tiga mahasiswa yang di skorsing, yakni Prodi Sipil, Elektro, Informatika dan Arsitektur  jelas Kordinator Lapangan (Korlap) Amin Hamid.

“Jadi sejauh ini kami tetap berkomitmen, kalau saja pencabutan skorsing ini tidak di cabut maka keluarga besar Mahasiswa Fakultas Teknik,  akan melanjutkan aksi hinggah tuntutan dipenuhi, bahkan sampai pada pemboikotan aktifitas belajar mengajar akan kami lakukan”, jelas Amin.

Tambah dia untuk hari pertama dan kedua akibat aksi ini, proses belajar mengajar mulai tidak efekti rata-rata mahasiswa mulai terpaku pada problem sehingga para mahasiswa tersebut bergabung di satu titik depan ruangan dekan untuk menyampaikan aksi mereka. “Kami tetap melakukan gerakan aksi selama tuntutan kami belum terealisasi”.

Kata dia tuntutannya mereka masih sama seperti hari pertama, untuk mendesak secepatnya pihak Fakultas mencabut, surat keputusan skorsing, karena dianggap sampai saat ini, pimpinan fakultas tetap berpegang teguh pada rapat senat, “Pimpinan Fakultas juga tidak bisa mengambil keputusan Itu, katanya (Red Pihak Fakultas) nanti ada rapat senat lanjutan untuk membahas hal itu kembali”.

Adapun tuntutan yang diberikan mahasiswa teknik , antara lain menolak keputusan Dekan Teknik terkait 12 mahasiswa yang di skorsing, para mahasiswa teknik bersama 12 mahasiswa itu tidak akan mengikuti proses belajar, juga  mengutuk keras terhadap semua dosen Fakultas Teknik dan menuntut agar Dekan Fakultas Teknik segera turun dari jabatannya.

Sedangkan pembantu Dekan I Fakultas Teknik Unkhair Kadri Daud , ketika melakukan hearing dengan mahasiwa tidak membuahkan hasil, dalam hearing tersebut ia menyampaikan rasa kekecewaannya kepada mahasiswa karena sebelumnya diangap tidak mengikuti aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya. “Saya sedikit tidak menerima karena awalnya kami sudah melakukan kordinasi, konfirmasi bahkan Informasi, dengan mahasiswa terkait masalah ini,” tutup Kadri. (HT)