Beranda Maluku Utara DPD Hanura Malut : Dr. Oesman Sapta Odang Dampingi Jokowi Dalam Pilpres

DPD Hanura Malut : Dr. Oesman Sapta Odang Dampingi Jokowi Dalam Pilpres

200
0
BAGIKAN

TERNATE – Hajatan Nasional tinggal beberapa tahun lagi akan dilaksanakan, bahkan berbagai strategi telah diterapkan oleh Parpol pendukung pemilu. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) ketika melaksanakan Rapat Kordinasi Daerah II di Hotel Bukit Pelangi, kelurahan Jati, Ternate Selatan. Melahirkan salah  satu keputusan pertama dari seluruh DPD Partai Hanura yang ada di seluruh Indonesia.

Basri Salama Ketua DPD Partai Hanura  kepada wartawan  Rabu (08/11/2017) mengungkapkan. “Dalam Pemilihan Presiden (pilpres) kita sepakati mendorong ketua Umum partai Hanura Dr. Oesman Sapta Odang untuk mendampingi Calon Presiden Ir. Joko Widodo yang telah diputuskan dalam Rapimnas di Bali.

“Ketua umum kita, memang tidak punya Niat untuk maju sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Jokowi,  tetapi keinginan Kaders di Malut itu agar, ketua umum  direkomendasikan Oleh  Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk mendampingi Jokowi,” jelasnya.

Lanjut dia, Saya tentu akan berkordinasi dengan Ketua Umum agar  keputusan Rakorda II DPD Malut,  bahwa keinginan dan desakan Kaders ini, adalah bagian dari Aspirasi di Daerah, sejauh ini Baru pertama Kali dalam Rakorda DPD diseluruh partai Hanura, baru Maluku Utara yang  melahirkan keputusan, untuk ketua umum mendampingi Presiden  jokowi.

Alasan DPD Hanura Malut mendorong Dr. Oesman Sapta Odang sebagai calon pendamping Joko Widodo memang, beliau adalah salah satu tokoh yang cukup dikenal dan sangat dekat dengan Rakyat. Jabatan penting juga sekarang dipegang sebagai Wakil ketua MPR, Wakil Ketua DPD RI, kemudian beberapa Organisasi Panguyuban,  dan basisnya di wilayah sumatra, kalimantan, dan wilayah Timur Indonesia, itu menjadi alasan Kaders Hanura Provinsi Maluku Utara, sepakat untuk menyampaikan keputusan ini kepada DPP agar dibicarakan ditingkat DPP.

“Kalaupun nanti jika di tolak oleh ketua umum ya kita serahkan kepada ketua umum untuk menentukan sikap” tutup Basri. (HT)