Beranda Halmahera Barat Pemkab Halbar berutang di Bengkel dan KM Cahaya Nusantara?

Pemkab Halbar berutang di Bengkel dan KM Cahaya Nusantara?

402
0
BAGIKAN

JAILOLO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) nampaknya dililit hutang. Diduga Pemkab berhutang di bengkel Jasilo  dan KM. Cahaya Nusantara.

Hutang tersebut diduga  sisa tunggakan pembayaran terhadap agen kapal, usai diputus kontrak oleh Pemkab Halbar.

Persoalan ini mencuat setelah Lauhin Buang, yang tidak lain adalah agen KM. Cahaya Nusantara, mendatangi bagian umum, Sekretariat Daerah Kabupaten Halbar (Setdakab) di Kantor Bupati.

Emosi yang ditunjukkan Lauhin, lantaran merasa tidak dihargai, setelah dirinya diduga tak diindahkan oleh Imelda Sarmento Giam, selaku bendahara umum dan Rahmat, mantan bendahara. “Saya ke Imelda, lantas diarahkan ke Rahmat, selaku bendahara sebelumnya. Mereka saling tunjuk, sehingga saya tunggu hingga malam. Dan kejadian ini bukan baru pertama kali, namun sudah puluhan kali,”aku Lauhin.

Lauhin bertindak, dikarenakan gaji Anak Buah Kapal (ABK), Cahaya Nusantara, belum bisa terbayar. Diakui Lauhin, tunggakan di Setdakab, mencapai Rp11 juta, terhitung sebelum Oktober lalu, atau pasca pemberhentian kontrak kerjasama, seputar transportasi kapal gratis bagi pegawai. “Itu sudah menjadi tanggungjawab bendahara, tapi mereka saling lempar, sementara tunggakan tercatat sudah dua bulan yang tidak terbayar, yakni Oktober dan November,” kata Lauhin.

Karena itu, dirinya berharap agar, hutang ini, segera dilunasi Pemkab, sehingga dirinya, bisa membayar gaji ABK. “Bahan bakar juga dibeli, lantas kita mau beli bahan bakar bagaimana kalau hutang belum dibayar”.

Terpisah, Kabag Umum, Boby Djumati, saat dikonfirmasi, mengakui jika saat ini, seluruh hutang Pemkab, sedang dalam tahap verifikasi oleh bendahara. “Masih diberifikasi, karena ada pergantian bendahara, dari Rahmat ke Imelda, setelah itu, kita akan berkoordinasi dulu dengan pak Sekab, setelah itu baru kita bayar,”kata Boby saat di konfermasi pada Rabu (15/11/2017).

Olehnya itu, pihaknya belum memastikan secara jelas, kapan hutang yang ada, akan dilunasi. “Jadi sementara, kita masih lakukan verifikasi faktual dulu, setelah itu baru lakukan pembayaran hutang, sekaligus dengan yang ada di bengkel,” janji Boby. (UK)