Beranda Maluku Utara Kalase, Film Pendek Karya Anak Ternate Wakili Malut Di Ajang Nasional

Kalase, Film Pendek Karya Anak Ternate Wakili Malut Di Ajang Nasional

297
0
BAGIKAN

TERNATE – Dengan begitu pesat perkembangan teknologi khususnya digital, dunia perfilman bukan hal yang sulit untuk di pelajari. Dengan hanya bermodal belajar otodidak dari youtube, lima anak muda yang saat ini menempuh pendidikan di Kota Bahari Berkesan, yakni membuat film pendek berjudul Kalase (Laut Kita Hidup Kita).

Tri Utami saat ditemui wartawan mengungkapkan, Kalase adalah sebutan masyarakat Pulau Hiri untuk jaring pukat harimau. Pulau Hiri yang berada tidak jauh dari Kota Ternate namun, masih memiliki kekurangan baik infrastruktur maupun sumber mata pencaharian, hal itulah yang menjadi dasar riset awal kelima anak muda tersebut.

“Dahulu para belayan yang ada di Pulau Hiri itu menggunakan Kalase sebagai alat penangkap ikan, akan tetapi saat ini penggunaan kalase dilarang oleh pemerintah. Masyarakat tidak lagi melaut akibatnya banyak yang terpaksa menjadi penambang batu karena tidak memiliki alternatif mata pencaharian lain,” jelas wanita kelahiran Ternate 8 Desember 1998 yang juga sebagai Sutradara Film Pendek, Kalase.

Kru dan pemain film Kalase

Ide Awal pembuatan film Kalase berlatar belakang dari sebuah lomba yang diadakan oleh Kementerian Kordinator dan Kemaritiman, dengan tema Kemaritiman. Dari situlah ke lima anak muda, yakni Tri Utami Sutradara, Penulis Skenario Nuriski Hardi, Direktor Of Photographi Udi Ismail, Kameramen Halfin Ibrahim, dan Editor Fandi. Kelimanya dengan tekat dan niat yang kuat, mencoba keberuntungan dengan mengikuti Lomba Film Maker tersebut, meski dengan peralatan sederhana, menggunakan tiga kamera tanpa lighting.

Cerita yang diangkat berdasarkan kisah nyata di Pulau Hiri ini, berkisah tentang seorang nelayan pengguna Kalase ketika ia tidak lagi mampu membayar uang sekolah anaknya, dan terpaksa harus melaut menggunakan Kalase, karena tidak memiliki jalan lain untuk mendapat biaya sekolah. Sang bapak   akhirnya tertangkap oleh Petugas Pol Air yang menjaga perairan.

“Saat kita riset dan mewawancarai sumber yakni Ketua Pemuda Tafraka Iswan Ismail, pada tanggal 26 September 2017, kemudian ia menceritakan apa yang dialami oleh warga kecamatan Pulau Hiri,” kisah Tri.

Dengan waktu yang terbilang singkat kelima anak muda itu berhasil membuat sebuah karya yang boleh dibilang jarang dilakukan, Baik itu di Maluki Utara maupun Kota Ternate.

Hasilnya, mereka berhasil masuk 10 Besar dan mampu bersaing dengan ratusan film maker dari seluruh  penjuru Indonesia.

“Meskipun kami kekurangan alat, maupun peralatan, dengan bermodalkan uang kurang lebih 1.500.000 hasil patungan dan peralatan kamera seadanya, kami selama tiga hari dua malam di Pulau Hiri mengambil adegannya, dengan perencanaan 1 bulan termasuk pos produksi film ini mampu masuk 10 Besar Film Maker kementerian Kemaritiman,” tutur Tri, bangga.

Dengan Film berjudul Kalase itu, kelimanya mewakili Maluku Utara dan pada khususnya Kota Ternate diundang ke Jakarta untuk ditentukan pemenangnya pada malam penaganugrahan tanggal 5 Desember 2017 nanti.

“Kami diundang untuk menghadiri malam penganugrahan di Jakarta oleh Kementerian Kordinator dan Kemaritiman, dan tanggal 4 nanti kami akan ke Jakarta,” tutup Tri (HT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × four =