Beranda Kesehatan Awas Penyakit Difteri di Malut

Awas Penyakit Difteri di Malut

280
0
BAGIKAN
Mahri Samsul, SKM, M.Kes (Ketua Kesehatan DPD KNPI Prov. Malut)

Oleh : Mahri Samsul, SKM, M.Kes (Ketua Kesehatan DPD KNPI Prov. Malut)

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphteriae dan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. Sudah ada vaksin difteri untuk mencegah penularannya namun saat ini di Indonesia terjadi peningkatan kasus.

Data yang dirilis oleh Pos Kedaruratan Kesehatan Masyarakat atau Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan melihat kasus difteri terdeteksi di 23 provinsi per November 2017.
Difteri sendiri dapat menyebabkan kematian karena melepaskan lapisan saluran pernapasan sehingga menutup jalur pernapasan.

Selain itu, kematian juga dapat terjadi karena menyebabkan peradangan pada otot jantung. Sistem saraf juga sering terkena sehingga menyebabkan kelumpuhan. Saking bahayanya penyakit ini, semua orang yang melakukan kontak dengan penderita atau orang yang terinfeksi harus diisolasi atau disterilkan selama 10 hari. Infeksi yang tidak diobati selama 6 hari meningkatkan risiko kematian sebesar 30 persen.

Penyebab utama mewabahnya difteri di Indonesia diduga karena aksi penolakanimunisasi dari masyarakat. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan dari 593 kasus difteri yang terjadi pada 2017 sebanyak 66 persen di antaranya tidak divaksinasi, sementara 31 persen lainnya terkena difteri karena imunisasinya tidak lengkap.

Pemerintah akan menyelenggarakan program Imunisasi Tanggap Kejadian Luar Biasa (ORI) untuk menangani wabahnya penyakit difteri pada Senin 11 Desember 2017 serentak di 12 kabupaten-kota pada Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, dan Provinsi DKI Jakarta.

Kabupaten-kota tersebut antara lain Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Utara, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Tangerang, Serang, Kota Tangerang, Kota Serang, dan Kota Tangerang Selatan dan Papua.

Berdasarkan data dan bahayanya penyakit difteri diatas maka DPD KNPI Malut menghimbau kepada seluruh masyarakat Maluku Utara terutama di Kota Ternate yang menjadi transit dari berbagai provinsi lain di Indonesia, apalagi sudah ada kasus di Papua bukan tidak mungkin penyakit difteri ini akan menyebar ke Kota Ternate karena banyak masyarakat Maluku utara juga banyak di Papua, dengan musim liburan natal dan tahun baru ditambah lagi dengan liburan sekolah sehingga ada warga Maluku Utara ke Papua atau sebaliknya sehinga wajib waspada dengan penyakit ini.

Jika penyakit difteri sudah ada di Maluku utara maka setiap pelayanan kesehatan baik Rumah Sakit, Puskesmas atau setiap pelayanan kesehatan harus ada pelayanan khusus kasus ini sehinga tidak tertular kepada masyarakat Maluku utara yang lainnya.

Tinggalkan Balasan