Beranda Maluku Utara Tarian Salai Jin, Pesona Mistis Tarian Arwah Leluhur

Tarian Salai Jin, Pesona Mistis Tarian Arwah Leluhur

515
0
BAGIKAN
Ekspresi penari Salai Jin

TERNATE – Tarian Salai Jin tarian yang menceritakan tentang  kebiasaan masyarakat Kota Tidore Kepulauan, utamanya kaum perempuan yang melaksanakan berbagai kegiatan selalu bersama-sama dan bergotong royong.

Gelaran kegiatan yang biasa disebut Munara didalam lingkungan sosial masyarakat Tidore dengan rasa penuh kekeluargaan berbagi tugas, mulai dari merencanakan, mengumpulkan berbagai perlengkapan, upacara persembahan untuk arwah leluhur (papa se tete) hingga menyediakan menu untuk sanak keluarga, hal tersebut dijelaskan Isa Alawam pemilik Sanggar Fola Katu Art Tidore, Selasa (26/12/2017).

Menurutnya, tarian ini terus terjaga tujuannya, agar kearifan lokal yang masih terpelihara ini, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri sehingga sebagian masyarakat Tidore memberi penghargaan kepada arwah leluhur melalui tarian tradisional Salai.

“Tari tradisional Salai merupakan pengembangan dari gerakan tari tradisional yang digarap kembali menjadi Tari Salai, Tari Cingeri dan Tari Dana-dana dengan menggunakan iringan musik Rababu, Suling, Rabana dan Tifa,” jelas dia.

Tarian Salai Jin di Landmark Ternate

Masih menurut pria yang biasa disapa Ka Ono itu, tarian ini sebelumnya pernah ditampilkan di Kalimantan dan Taman Mini Agustus kemarin.  Para penari itu juga tampil di perhelatan pentas seni, dalam rangka Hari Jadi Kota Ternate (HJT) ke 167 di Landmark Ternate itu, mereka adalah gadis belia yang masih duduk di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sanggar yang telah diresmikan oleh Dewan Kesenian Tidore dan berdiri sejak September tahun 2014 beralamat di jalan Kemakmuran, kelurahan Tuguwaji, Kota Tidore itu telah banyak mengharumkan nama Tidore di kancah Nasional.

Bagi anak-anak atau masyarakat yang ingin anak mereka dilatih, dipersilahkan untuk datang karena tiap minggu ada jadwal  latihan rutin.

“Jadi biasanya kalau ada yang ingin bergabung ada pada hari Rabu dan Sabtu tapi biasanya hanya hari Rabu, karena Hari sabtu itu diperuntukan bagi  mereka yang sudah profesional atau sudah biasa tampil di kancah Nasional”, pungkas Ka Ono.

Tarian Salai Jin, dikenal sebagai salah satu tarian yang sarat dengan mistis. Tarian ini biasanya dibawakan dengan ritual khusus untuk pengobatan. Tak jarang saat tetabuhan musik mulai terdengar, ada saja yang kerasukan mahluk halus, entah itu penarinya, atau bahkan penonton. Salah satu ciri khas tarian Salai Jin adalah kemenyan yang sudah dibakar dan dibawa serta dalam tarian Salai Jin.

Dahulu, tak semua orang bisa menari Salai Jin, harus orang yang memiliki keahlian khusus, yang bisa membawakan tarian ini. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerasukan mahluk halus. (HT)