Beranda Maluku Utara Pemkot Ternate Terus berupaya Jadikan Jere Kulaba Sebagai Wisata Religi

Pemkot Ternate Terus berupaya Jadikan Jere Kulaba Sebagai Wisata Religi

155
0
BAGIKAN
Walikota Ternate saat ziarah di Jere Kulaba

TERNATE – Sebagai salah satu pintu masuk agama Islam di wilayah timur Indonesia, Ternate memiliki sejumlah peninggalan budaya dan sejarah yang berhubungan dengan perkembagan Islam di bumi rempah-rempah itu. Tak terkecuali tempat-tempat yang kini  dikeramatkan dan dipercaya mempunyai nilai magis yang juga dicanangkan menjadi salah satu wisata religi oleh pemerintah Kota Ternate.

Salah satunya yakni makam-makam keramat yang oleh warga lokal disebut jere.  salah satunya  yang ada di Ternate yakni Jere Kulaba. Dinamakan Jere Kulaba karena letaknya di Kelurahan Kulaba, yang merupakan pintu masuk kecamatan Pulau Ternate yang jaraknya sekitar 10 Km dari pusat kota.

Berdiri di kaki gunung Gamalama dan terletak diantara dua lereng gunung Gamalama, Jere tersebut oleh warga sekitar dipercaya telah ada sejak tahun 1705.

Jere Kulaba sendiri memiliki satu makam utama dan tiga makam pendamping. Ketiganya diperkirakan adalah keluarga dari tokoh yang dikubur di makam utama tersebut.

Ketiga makam pendamping itu tersusun di sebelah kanan atas Jere utama. Termasuk, terdapat satu jere lain yang terletak sedikit menjauh sekitar lima meter yang disebut sebagai Jere Pusat.

Walikota Ternate Burhan Abdurahman bersama Wakil Walikota Ternate Abdullah Taher dalam rangkaian Hari Jadi kota Ternate (HJT) yang ke-767 menyempatkan untuk mengunjungi jere.

Kepada awak media walikota mengatakan,
“Hari ini kita ziarah dalam rangkaian dari Kegiatan Hari Jadi Kota Ternate (HJT), yang dilakdanakan oleh Kelurahan Kulaba, beberapa pertandingan yang ditutup hari ini dengan ziarah makam sekaligis pembacaan doa selamat”.

Masih kata Walikota, “Ini kan ritual dan merupakan bagian daripada  adat istiadat yang harus kita pelihara, pertahankan, kita harus berfikir kedepan  untuk wisata spritual ini juga harus jadi, kan sekarang ini pariwisata macam-macam sudah berkembang tidak hanya, wisata alam tetapi kuliner itu juga sudah termaksut model pariwisata yang baru, orang kadang-kadang sudah mau pergi ke suatu tempat karena ingin makanan khas  di suatu daerah,” ungkap Haji Bur.

Menurutnya hal inipun  juga seperti itu, spritual, sejarah para makam Wali, Aulia juga bagian dari wisata, mungkin warga dalam kehidupannya, ingin mengetahui sejarah yang berkaitan dengan keagamaan dan mungkin juga mereka tertarik dengan hal itu dan itu bagi kita disini bisa dijadikan salah satu objek wisata spritual di Kota Ternate.

Selain itu, Walikota Dua Periode ini juga mengatakan bahwa, perhatian pemerintah kota Ternate, terus dibenahi memandang pentingnya wisata Religi ini.

‘”Ya dari pemkot sendiri terus  kita benahi sehingga kita sudah buat jalan, yang agak bagus, kalau objeknya itu tidak bisa di sentuh dia harus asli sehingga benar-benar menggambarkan bahwa makam ini dia benar-benar sudah berumu ratusan tahun,” ujarnya.

Yang penting menurut Haji Bur, sehingga kita jual kemurnian dari makam ini yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

“Jadi ini merupakan cagar budaya itulah yang harus kita rawat dengan baik sehingga orang ke Ternate, kalau cerita tentang masa lalu Ternate dengan Sultan dan keagamaan itu bisa jadi perhatian penting,” pungkas Haji Bur.(HT)

Tinggalkan Balasan