Beranda Halmahera Utara 1 Kasus Difteri Ditemukan di Halut

1 Kasus Difteri Ditemukan di Halut

387
0
BAGIKAN
Mahri Samsul, SKM., M.Kes

TERNATE – Sudah seharusnya Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Kota Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), segera mungkin melakulan langkah antisipasi penyebaran virus Difteri.

Ketua Kesehatan DPD Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia  (KNPI) Provinsi Malut, Mahri Samsul, SKM., M.Kes saat dikonfirmasi wartawan Kamis (18/1/2018), menyatakan, informasi terakhir sampai hari ini sudah ada satu orang di Halmahera Utara (Halut) terpapar Difteri, oleh karena itu sudah saatnya sebetulnya pemerintah melakukan imunisasi, untuk mengantisipasi itu dan dalam rangka melakukan pencegahan secara dini terhadap  penyakit ini.

“Kejadian di Halut itu ternyata itu hasil pemeriksaan laboratorium di Kementerian Kesehatan, telah menetapkan bahwa ada kejadian Difteri di Halut satu orang dan setiap orang itu dinyatakan sebagai KLB Difteri, oleh karena itu melalui dinkes kota yang lain yang belum ditemukan Difteri segera dilakukan langka pencegahan secara dini,” saran Mahri.

Menurutnya, kasus ini kemungkinan disebabkan karena adanya urbabisasi imigran dari luar daerah, dari Jawa maupun Papua. karena Ternate adalah daerah transit bisa jadi, kalau satu orang itu seharusnya pemda atau pemrov harusnya mengidentifikasi satu orang itu apakah memang dia adalah orang asli Halut ataukah memang dia sebelumnya dari luar kota, baik dari Jawa, Sulawesi ataukah dari Papua, oleh karena itu harus ada imunisasi sebelumnya.

Oleh karena itu menurutnya, DPD KNPI Provinsi Maluku Utara, melalui bidang kesehatan menghimbau kepada pemerintah dalam hal ini kepada dinkes Provinsi maupun kabupaten kota juga rumah sakit, dan puskesmas-puskesmas sudah seharusnya melakukan imunisasi.

Untuk mengantisipasi tentang adanya Difteri, pemerintah dalam hal ini Dinkes Provinsi Malut, maupun Dinkes seluruh kabupaten Kota, mestinya melakukan imunisasi Difteri kepada anak-anak.

“Pemerintah kabupaten kota melalui dinkes maupun puskesmas harusnya juga melakukan imunisasi kepada petugas yang melayani secara langsung pengidap penyakit Difteri, termasuk di puskesmas dan rumah sakit, sehingga kemudian mengantisipasi adanya penularan penyakit Difteri,” ujarnya.

Untuk yang diimunisasi kata Mahri, untuk Difteri khusus anak-anak mulai usia 1 tahun sampai 19 tahun dibagi atas 3.

“Bisa imunisasi itu dilakukan selain dirumah sakit, puskesmas juga bisa dilakukan disekolah sehingga jika ada yang tra bisa datang dirumah sakit bisa juga pada saat anak-anak sedang berada disekolah,” pungkas Mahri. (HT)