Beranda Halmahera Selatan Bahtiar Kader: Kapita Tahane untuk Kebudayaan Bukan untuk Politik

Bahtiar Kader: Kapita Tahane untuk Kebudayaan Bukan untuk Politik

261
0
BAGIKAN
Wakil Ketua Satu Kapita Tahane Bahtiar Kader

TERNATE – Memasuki Tahun Politik 2018, membuat banyak organisasi terbentuk, salah satunya Komunitas Putra Putri Tahane (Kapita Tahane). Hal ini membuat banyak kalangan berpendapat bahwa organisasi tersebut bakal menghimpun anggotanya untuk berpolitik. Namun hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua Satu Kapita Tahane Bahtiar Kader.

Menurut Bahtiar, sebagai organisasi paguyuban, Kapita Tahane adalah organisasi wadah silaturahmi dan pemersatu bagi semua etnis Tahane yang tersebar di Maluku Utara maupun di luar Maluku Utara, hal tersebuy diungkap Wakil Ketua Satu Bahtiar Kader yang di temui Media ini di Cafe n Resto Batik Cafe.

“Meski begitu, lahirnya organisasi Kapita Tahane yang bertepatan dengan tahun politik, membuat sebagian kalangan menghubung-hubungkan dengan hajatan politik”, ujarnya.

Lanjutnya, Apalagi Ketum Umum Kapita Tahane Ir. Asrul Rasyid Ichsan juga merupakan Sekretaris PDIP Provinsi Maluku Utara membuat opini publik semakin liar dan bias.

“Serta pembentukan sejumlah koordinator Desa Kapita Tahane yang tersebar di tiga kabupaten-kota dalam waktu singkat yang selalu dihadiri dan dilantik langsung oleh Ketua Umum, Asrul Rasid Ichsan, sehingga menambah kecurigaan, hendak kemana organisasinya orang Tahane ini diarahkan”, tutur Bahtiar.

Masih kata Bahtiar, Organisasi Kapita Tahane adalah wadah strategis untu mempererat hubungan persaudaraan keluarga besar Tahane, bukan hadir untuk mengkosolidir masyakat Tahane guna mendukung calon Gubernur dan Wakil Gubernur tertentu dalam pilkada.

Kapita Tahane secara kelembagaan, sambung Bahtiyar, tidak akan mengarahkan dan atau mengintervensi hak politik warga Tahane.

Kapita Tahane dibentuk dengan tujuan mengajak masyarakat Tahane, khususnya dan seluruh masyarakat untuk kembali menggali sejara, budaya serta melestarikan adat istiadat lokal. “Kapita Tahane ada untuk Kebudayaan, bukan untuk pilkada”, tegas Tiar.

Demi menjaga citra organisasi, Bahtiar mengancam akan menindak tegas pengurus Kapita Tahane yg mengatasnamakan organisasi utuk mendukung calon gubernur dan wakil gubernur tertentu. “Kalau ketahuan ada pengurus dari semua tingkatan yg mengatasnamakan organisasi utuk dukungan politi dalam pilgub, maka langsung dikeluarkan dari struktur kepengurusan,” tegasnya.

Penegasan serupa disampaikan koordinator Wilayah Kapita Tahane, Ichan Kumala.
Menurutnya, sangat tidak mungkin Kapita Tahane secara organisasi dapat diarahkan untu mendukung salah satu pasangan calon dalam pilgub Maluku Utara.

Karena di dalam struktur dewan pengurus sendiri terdapat beragam unsur parpol. Ada Asrul Rasid Ichsan di PDIP, ada Iki Sukardi (Golkar), Muhlas Jafar (PAN), Sofyan Sangaji (Perindo) Ahmad Ibrahim (Perindo), sehingga masing-masing mendukung kandidat yang diusung partainya.

“Opini yang berkembang di masyarakat terhadap Kapita Tahane, terkait dukungan politik di Pilgub, itu sah-sah saja, dan kami sangat mengapresiasi, tetapi saya tegaskan bahwa, Kapita Tahane tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana,” imbuh ayah satu anak itu. (HI)