Beranda Maluku Utara Distribusi Bantuan Rastra terkendala Pendataan

Distribusi Bantuan Rastra terkendala Pendataan

169
0
BAGIKAN
kadinsos Ternate, Muhdar Din

TERNATE – Program pemerintah pusat dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) untuk mengurangi beban rakyat yang hidup dibawaj garis kemiskinan yakni pemberian Rastra sudah mulai didistribusikan di Kota Ternate, melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ternate, Senin (12/3/2018).

Plt. kadis Dinsos Muhdar Din ketika di temui reporter media ini, mengungkapkan bahwa,  dalam minggu ini dari Dinsos akan fokus pada bantuan-bantuan khususnya PKH dan juga Rastra,  untuk PKH sudah diluncurkan bantuan untuk penerima bantuan itu jumlahnya sebanyak 317 orang yang  baru terlaksana di dua kecamatan yang ada di Kota Ternate, kemudian untuk Rastra dalam Minggu akan segera diserahkan.

“Kita akan mencoba ke Walikota Ternate dan Sekda untuk bisa melaunching itu dalam bentuk beras 10 kilo per satu kepala keluarga (KK),” ujarnya.

Lanjut, titik lokasi yang diupayakan itu adalah semua kecamatan, hanya saja didalam peraturan pemerintah itu tidak lagi berlokasi di kecamatan tetapi  langsung ke kelurahan masing-masing, maka dari itu, Bulog berkewajiban untuk menyerahkan beras rastra itu langsung ke kelurahan kemudian masyarakat dikumpulkan oleh lurah untuk mengambil bantuan tersebut.

“Jadi untuk tahun 2018 ini tidak adalagi istila bayar, kalau dulu 1 kilo dihargai 10 ribu tapi sekarang tidak ada bayar lagi, jadi diberikan gratis,” tegasnya

Perpatokan dengan aturan yang berlaku, menurutnya, distribusi itu perbulan, paling lambat tiap tanggal 25 sudah harus di distribusikan,  cuman untuk tahun 2018 hampir sepuruh Indonesia mengalami kendala pada pendataan. Karena masyarakat yang akan menerima bantuan berdasarkan nama dan alamatnya, tidak diberikan sembarangan. Untuk itu, Kementerian Sosial akan membuat program satu Indonesia satu data untuk saat ini masi dalam tahapan validasi data.

“Tim koordinasi (Tikor) kabupaten Kota mempunyai tugas membuat rapat-rapat dan kordinasi dengan masyarakat, kemudian Tikor menentukan dari sisi data kemudian menyerahkan ke Bulog dan Bulog yang mendistribusikan sesuai dengan data yang mereka terima,” pungkasnya. (HT)