Beranda Advetorial Barifola Bangun Rumah di Sanana

Barifola Bangun Rumah di Sanana

259
0
BAGIKAN

SULA – Ikatan Kekuarga Tidore (IKT) provinsi Maluku Utara (Malut) bersama Mujahidin Barifola sebanyak 32 orang lepas jangkar dari Kota Ternate menuju Kepulauan Sula (Kepsul).

Perjalanan tersebut bukanlah perjalanan biasa, hal ini karena tujuan dari perjalanan ini merupakan perjalanan kemanusiaan membantu keluarga yang tidak memiliki rumah maupun mereka yang rumahnya tidak layak huni. Tidak mengenal dari suku apa mereka, tidak mengenal asalnya dari mana maupun agamanya apa, IKT terus menabur bibit gotong royong silaturahmi demi cita-cita kemanusiaan.

Sabtu (24/3/2018) di desa Dofa, Pulau Mangoli, ratusan masyarakat memadati tempat acara yang akan diserahkan kunci  rumah Barifola ke 204  kepada keluarga Sinen Tomia, teolpatnya di Dusun  V, desa Dofa Kecamatan Mangoli Barat.

Hati masyarakat tergugah tidak menyangka IKT yang baru pertama didengar bahkan tidak ada hubungan darah sama sekali, mau jauh-jauh datang membangun rumah orang yang tidak mereka kenali. Seluruh masyarakat terhanyut, tak terasa haru biru, sampai sujud sukur dan pelukan erat diberikan kepada Ketua IKT Provinsi Malut, Burhan Abdurahman dan istrinya.

Tak sampai disitu, penyerahan kunci rumah Barifola yang ke-205 kepada ibu Saina Todubun seorang janda yang hidup berpindah-pinda dari keluarga yang satu ke keluarga lain selama puluhan tahun. Ia tak memiliki tempat tinggal bahkan kerap dianggap remeh oleh yang lain.

“Saya seorang janda yang selama puluhan tahun tidak memiliki tempat tinggal, anak-anak saya hidup diperantauan, untuk itu kepada Keluarga IKT saya sangat berterima kasi yang tidak terhingga”, ujarnya didepan masyarakat yang hadir di desa Leko Sula.

Sementara itu, Ketua IKT Malut Burhan Abdurahman saat penyerahan kunci Barifola ke 206 di desa Falabisahaya, kecamatan MangolI Utara. Tepatnya di Kampung Kodok diserahkan kepada bapak, Benediktus Leo. Penyerahan itu, disambut dengan tarian khas Nusa Tengara Timur. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan penyerahan kunci sebelumnya, seluruh orang yang datang di Barifola itu, menangis karena berempati kepada keluarga Benediktus.

Ketua IKT yang biasa disapa Haji Bur kepada seluruh masyarakat mengatakan, baru pernah terjadi IKT menyerahkan empat rumah sekaligus di satu kecamatan yang sama,  hal ini dikarenakan partisipasi dari masyarakat yang luar biasa. Ini ditunjukkan karena masyarakat membantu menyiapkan bahan-bahan seperti  material. “Karena itu saya memberikan apresiasi dan penghargaan sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Lanjutnya, Barifola sejak tahun 2008 sebelum jadi Walikota, ini program yang digagas bersama IKT, ada tiga program bersama yang menjadi pertimbangan kenapa Barifola mau dilakukan, yang pertama mau membantu warga masyarakat yang tidak layak huni yang tidak mampu, kita melihat survei dimana saja rumah yang tidak layak huni itu yang kita bantu”, jelasnya.

Pertimbangan yang kedua, melalui Barifola ini akan terbangun silaturahmi. Silaturahmi antar anggota IKT maupun masyarakat lainnya,  karena itu hari ini kita bisa rasakan.

“Saya dan keluarga  Barifola yang datang ke Mangoli  sebanyak 32 orang, sudah saling mengenal, yang semula tidak mengenal para pastor kemudian tokoh masyarakat yang lain, tetangga yang lain, hari ini telah terjalin satu hubungan yang luar biasa kami membangun barifola ini daru rumah pertama sampai rumah ke 6 memang terbatas hanya pads orang tidore,” ujarnya

Masih kata Haji Bur, “Tetapi dari rumah ke 7 sampai ke 206 ini, kami tidak lagi terbatas pada orang Tidore dan tidak melihat lagi suku, ras maupun agama, kami akan menjadi keluarga besar bagi masyarakat yang telah berdiri Barifola ini, dan kami juga IKT menerima seluruh keluarga besar bapak Benidiktus Leo menjadi keluarga besar IKT.

“Karena itu hubungan kami tidak terbatas hari ini saja hubungan ini terus akan mengalir dan tidak akan lenyap begitu saja, yang ke tiga, Barifola ini dilakukan karena kami mau membangkitkan kembali semangat gotong royong yang diajarkan oleh leluhur kita yang saat ini sudah mulai tergeser dan mulai berkurang, terutama yang di kota”, lanjutnya.

“Dan ternyata itu bisa dilakukan, 207 rumah kalau orang berfikir, luar biasa nilainya, kalau 1 rumah 200 jt saja,  berarti sudah kurang lebih 40 M, ternyata melalui gotong royong kita bisa melakukan itu,” pungkas Haji Bur.

Sementara itu masih ada 3 rumah yang nanti diserahkan kuncinya oleh IKT, 1 lagi di Mangoli dan 2 lagi akan di bangun di Sanana. (HT)

Tinggalkan Balasan