Beranda Maluku Utara Jaga Pertumbuhan Ekonomi, TPID Kota Ternate Rapat Koordinasi

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, TPID Kota Ternate Rapat Koordinasi

111
0
BAGIKAN

TERNATE – Untuk mengendalikan laju inflasi di Kota Ternate, TPID (Tim Pengendali Inflansi Daerah) Kota Ternate Kota melakukan Rapat Kordinasi Kamis (5/4) di Kantor Walikota Ternate.

Rapat tersebut bertujuan untuk mengantisipasi Inflasi pada bulan Ramadan mendatang.

Rapat Koordinasi tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin langsung oleh ketua TPID Sekot M. Tauhid Soleman kepala Bank BI Dwi Tugas Waluyanto, kepala BPS Malut Misfahrudin, Kepala Dinas spertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Distributor di Kota Ternate dan KSOP Ternate.

Dimana sesuai yang dipaparkan Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan provinsi Maluku Utara Misfahrudin, melalui rilis resminya pada Senin (2/4) pekan kemarin Kota Ternate kembali mengalami inflasi dikisaran 0,61 persen lebih tinggi dibandingman infalasi nasional yang hanya sebesar 0,20 persen.

Sutopo Badullah Mantan Kabag Humas Setda Kota Ternate, yang juga selaku sekertaris TPID kota Ternate menyampaikan, “Pada Maret 2018, Kota Ternate mengalami inflasi di empat kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,14 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 2,05 persen, kelompok sandang sebesar 0,04 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen”, jelasnya.

Lanjutnya, “Sedangkan deflasi di dua kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,76 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen. Satu kelompok stagnan yaitu kelompok kesehatan”, jelas Sutopo.

Menurutnya, untuk mengantisipasi itu, kata Sutopo, telah dibicarakan perencanaan pengendalian inflasi bahkan persiapan menyambut bulan suci ramadhan nanti di Bulan Mei.

“Meski begitu, sesuai informasi dari pertamina ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) telah menjamin tidak ada masalah”, cetusnya.

Sementara itu, disisi lain dari Distributor Ternate Mas Nur mengaku, ketersediaan pangan cukup dan dipastikan tidak mengalami kenaikan harga, “Memang ada fluktuasi harga hanya pada ikan cakalang karena berpengaruh cuaca membuat harga terkadang naik”, akunya.

Lebih dikatakan untuk Barito dipastikan tidak mengalami kenaikan, terkecuali bawang merah yang sedikit mengalami kenaikan harga Rp 2000 dibeberapa pasar di Kota Ternate.

Namun demikian sebulan sebelum ramadhan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemasok SKPD terkait untuk kembali mengkroscek rencana aksi TPID menyambut bulan ramadhan.

“Kita sesuai rekomendasi bank Indonesia lebih memperkuat kerja sama dengan beberapa daerah yakni Halsel, Halteng dan Haltim”, katanya.

Semantara itu, lanjut Sutopo, Sebab di tiga kabupaten tersebut ada beberapa bahan makanan yang difokuskan di Halteng sementara di Halsel ikan yang harus ada kerja sama dengan Ternate dengan membawa distributor ikan agar bisa menjalin ketersediaan ikan di Halsel. bahkan setiga emas akan terus melakukan kerja sama dalam lingkup itu.

“TPID juga bakan ke Kota Tidore Kepulauan di Kelurahan Gura Bunga penghasil tomat terbanyak dan kualitas bagus karena tomat dari gorabunga itulah yang memenuhi pasar saat ini,” jelasnya.

Masih kata Sutopo Abdullah, pihaknya juga meminta penjelasan KSOP tentang kenaikan pembayaran pas masuk pelabuhan Ahmad Yani, sehingga terkait dengan keluhan masyarakat itu meskipun menurut KSOP itu kewenangan Pelindo.

Akan tetapi KSOP memiliki kewenangan untuk mengklarifikasi sehingga mereka bisa menjastifikasi terkait keluhan masyarakat itu, tentuanya akan dipertanyakan oleh KSOP ke Pelindo. “Setelah kita mendapat informasi jastifikasi dari KSOP maka kita akan konfirmasi langsung ke Pelindo biar bertahap”, tandasnya. (RED/Pn)

Tinggalkan Balasan