Beranda Halmahera Utara Antusias Ribuan Massa Rawajaya, hingga Didaulatnya BUR-JADI sebagai Keluarga Besar Hibualamo

Antusias Ribuan Massa Rawajaya, hingga Didaulatnya BUR-JADI sebagai Keluarga Besar Hibualamo

168
0
BAGIKAN
Haji Burhan Abdurahman dan Ishak Jamaludin di daulat masuk sebagai keluarga besar Hibualamo oleh Pelipus Hoturu sebagai Pemuka adat Hibualamo, di posko 88 Desa Gurabuaele, kecamatan Tobelo.

HALUT – Ribuan warga di kabupaten Halmahera Utara sangat antusias menyambut kedatangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Malut periode 2018-2023 Burhan Abdurahman-Ishak Jamaludin (BUR-JADI) saat berkampanye di Halmahera Utara.

Bahkan kepadatan warga ini terlihat disaat pasangan nomor urut 2 ini melakukan blusukan ke pasar modern desa Gosoma, sampai pasangan ini di bopong oleh pendukungnya disaat kampanye tatap muka di desa Rawajaya Kecamatan Tobelo. Bukan hanya itu kedua pasangan ini juga di daulat masuk keluarga besar Hibualamo oleh pemuka adat Hibualamo Pelipus Hoturu di posko 88 Desa Gurabuaele kecamatan Tobelo.

Saat menyampaikan orasi calon Gubernur Malut Burhan Abdurahman mengatakan, dengan sejumlah pengalaman yang dimiliki dalam memimpin Kota Ternate ada beberapa terobosan yang telah dilakukan, yang dipadukan dengan Ishak Jamaludin yang berlatar belakang akademisi ini keduanya bertekad jika terpilih nanti akan digunakan untuk membangun propinsi Malut “Sisa umur kami akan kami gunakan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat, dan meningkatkan kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu semakin baik,” tegasnya.

Dia mengatakan, dari sejumlah kabupaten yang ada di Maluku Utara sudah sebagian besar telah di lalui, dan ada banyak kepentingan masyarakat yang harus dilihat. Dan hal itu kata dia sudah menjadi referensi yang telah dikonsepkan tinggal terpilih dan akan dikerjakan, “Karena propinsi kita masih tertinggal dengan propinsi lain. Untuk itu kami bertekad jika amanah ini diberikan kepada kami kami bertekad untuk memajukan Maluku Utara,” tegasnya sembari menegaskan dirinya tidak suka berjanji namun lebih memilih untuk membuktikan.

Haji Bur saat dipakaikan topi berwarna kuning sebagai tanda di terima dalam keluarga besar Hibualamo.

“Kita harus majukan Maluku Utara dan menjadikan Maluku Utara bermartabat,” sambungnya. Dia juga menyinggung soal program dibidang pendidikan yang akan dilaksanakan, dimana setelah perjalanan dari satu desa ke desa lain dia melihat banyak anak-anak yang berprestasi namun tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena orang tua tidak mampu, “Jika saya menjadi Gubernur dan pak Ishak Jamaludin menjadi Wakil Gubernur maka akan kami berikan kesempatan kepada anak-anak yang cerdas untuk kuliah di fakultas kedokteran dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, karena itu maka tugas orang tua untuk adalah mengawasi anak-anak agar belajar dan disiplin,” ungkapnya.

Ishak Jamaludin, saat dipakaikan topi kuning, sebagai tanda di terima dalam keluarga besar Hibualamo.

Ini dilakukan agar ada manfaat dimana agar SDM tidak tertahan, dan apa yang disampaikan ini karena dia yakin jika terpilih maka program ini akan dilakukan. Itu bahkan sudah diterapkan saat menjabat Walikota Ternate, selain itu program ini untuk mengatasi kekurangan dokter di Malut. Bahkan di bidang kesehatan ke depan jika terpilih maka akan dibangun rumah sakit yang bertaraf internasional. “Saya banyak mendapat keluhan masyarakat yang datang ke saya. Maka harus dibangun bangun rumah sakit yang representatif, tinggal dicarikan lokasinya. Supaya sakit tidak perlu mengurangi biaya harus rujuk ke luar,” terangnya.

Selain itu juga ada sejumlah program di bidang pertanian dan perikanan dimana dari hasil kunjungan disejumlah pasar itu ditemukan kalau sebagian besar kebutuhan didatangkan dari luar padahal Maluku Utara punya lahan yang representatif untuk dimanfaatkan. “Hal ini harus di selesaikan dan tidak bisa di biarkan terus menerus seperti ini

sementara itu Stevanus Kusame yang mendampingi Pelipus Hoturu ketika mendaulat kedua paslon dengan memakaikan penutup kepala berwarna kuning sebagai tanda bahwa mereka di terima sebagai Keluarga besar Hibualamo, mengungkapkan bahwa  khususnya Halut, dalam hajatan politik  kalau sudah diterima sebagai masyarakat Adat Halut khususnya Hibualamo, maka  dalam perjalanan nanti akan di ridhoi oleh masyarakat Halut.

Alasannya karena di Halut khususnya Hibualamo kalau adat istiadat ini jangan sampai dilupakan, “Dengan Kehadiran Haji Bur dan Pak Ishak dengan tulus kami menerima mereka sebagai keluarga besar, karena kami melihat cuma merekalah  kami bisa titipkan harapan masyarakat ke depan” tukasnya. (HT)

Tinggalkan Balasan