Beranda Halmahera Utara Haji Bur: Kerja, Kerja dan Kerja untuk Kepentingan Rakyat Malut

Haji Bur: Kerja, Kerja dan Kerja untuk Kepentingan Rakyat Malut

320
0
BAGIKAN
Haji Bur, saat kampanye tertutup.

HALUT – Kampanye terbatas pasangan calon gubernur (Cagub) Maluku Utara (Malut) nomor  urut 2 Burhan Abdurahman dan Ishak Jamaludin (BUR-JADI) yang dipusatkan di desa Beringin Lamo, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Kamis malam (12/4/2018) mendapat simpati dari masyarakat.

Burhan Abdurahman atau biasa disapa Haji Bur  saat memberikan orasi politiknya mengatakan alasan kenapa mereka ingin mencalonkan diri sebagai gubernur Malut.

Karena keduanya ingin agar sisa umur mereka  digunakan sepenuhnya untuk membangun Malut menjadi lebih baik.

“Sisa umur kami akan kami gunakan untuk perbaiki kehidupan rakyat, Kami tidak ada mksut untuk mencari populer, apalagi untuk mencari kekayaan,” tegas Haji Bur.

Kata dia dalam perjalanan melakukan kampanye, mereka menyaksikan petani membongkar lereng gunung yang tinggi, melihat petani menanam kelapa di tanjung-tanjung, dan mengalami kesulitan telekomunikasi, dalam perjalanan juga jalan tani yang tidak ada hingga masyarakat terpaksa mengangkut hasil panen mereka dengan gerobak, ada yang mengunakan sepeda motor dengan muatan yang berlebihan juga yang  terpaksa memikul dengan jarak yang sangat jauh.

“Inilah yang menjadi tanggung jawab kami kedepan, kalau jalan tani bagus masyarakat akan sejahtera karena bisa mengeluarkan hasil panen mereka (red petani) langsung ke pasar atau pengupul, untuk itu kita harus kerja, kerja, dan Kerja Untuk kepentingan rakyat Malut,” ujar walikota dua periode itu.

Saat Suparni salah satu tokoh masyarakat yang mendapat kesempatan berbicara menurutnya daerah ini membutuhkan pemimpin yang memperdulikan kesejahteraan  rakyat dan pemimpin yang di maksutkan itu  adalah  kandidat  nomor 2 BUR-JADI untuk itu kata dia, “Kami atas nama masyarakat Waringin Lamo, Sumber Agung dan Desa Popong, mendukung penuh pencalonan Bur-Jadi sebagai gubernur, harapan kami agar bapal bisa melihat desa kami menjadi lebih baik lagi,” kata dia.

Sejalan dengan itu Isnain Bailusi Jurkam BUR-JADI dari partai koalisi Hanura menurut dia,  kalau di desa petani seperti ini rahmat adalah hujan, walaupun masyadakat mancarkan semangat perubahan untuk 5 tahun yang akan datang lebih baik.

Untuk itu menurut Isnain hal yang harus di miliki pemimpin agar perubahan itu terwujut, yang pertama harus punya Kapasitas dan Integritas, agar pemimpin itu memiliki kemampuan dan pengalaman serta tidak suka berumbar janji. Selain itu Haji Bur itu ketua Umum Sarjana Ekonomi Indonesia Maluku Utara 2 Periode.

“Saya ingin membuktikan satu hal bahwa membangun ekonomi pedesaan itu tidak sulit bagi pemimpin ini, yang sudah dilaksanakan, yakni Konsep Segitiga Emas, yang melibatkan 3 Kabupaten l, Kota Ternate pe tugas membeli, sedangkan Halbar  dan Tidore untuk tanam dan pasarkan di Ternate,” jelas Isnain.

Ketua dewan  partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Halut, Jasri Usman menambahkan bahwa Nasib Maluku Utara juga di tentukan oleh  1300 jiwa pilih dari 3 desa. “Kalian (red simpatisan) yang menjadi penentu Malut ke depan apakah berkembang ataukah tertinggal dari provinsi lain, alasan ketertingalan Malut itu karena Malut krisis kepemimpinan,” tegasnya. (HT)