Beranda Halmahera Selatan Burhan Akan Tingkatkan Penghasilan Petani Kelapa

Burhan Akan Tingkatkan Penghasilan Petani Kelapa

350
0
BAGIKAN
Burhan Aburahman saat bertemu dengan warga Halmahera Selatan, Minggu 20/05/2018.

HALSEL – Kampanye putaran ke 2 pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Burhan Abdurahman dan Ishak Jamaludin (BUR-JADI) kini dilanjutkan di wilayah Halmahera Selatan.

Saat tatap muka dengan warga desa Maffa, kecamatan Gane Timur, Maluku Utara sebagian besar penduduknya merupakan petani kelapa dengan pengelolaanya hanya sebatas dijadikan kopra.

Seiring perkembangan zaman, persaingan makin ketat, dengan semakin bertambahnya perkebunan kelapa sawit. Maka dengan sendirinya harga kopra di pasaran jatuh.

“Produk andalan ini kopra. Kami dapat informasi bahwa ada perusahan Nirwana yang akan membangun perusahan kelapa sawit, hal ini justru semakin membuat kami masyarakat semakin menderita” kata Noho Muhamad salah satu warga Mafa, Minggu (20/5).

Menangapi hal itu Haji Bur sapaan akrab Burhan Abdurahman, mengungkapkan bahwa sejak setelah berdiskusi dengan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara (Malut), kedepan tidak lagi mengandalkan hasil kelapa hanya pada satu hasil saja yang selama ini diketahui petani kelapa hanya menghasilkan kopra.

“5 buah kelapa hanya dapat 1 kilo kopra. Untuk itu kedepan saya akan mengembangkan kelapa ini, yakni dengan menerapkan teknologi penerapan tepat guna. Contohnya mobil mewah Mercedes saat ini jok tempat duduknya saja berasal dari sabut kelapa. Untuk itu kedepan kita akan kembangkan terus dengan demikian petani kelapa akan semakin sejahtera,”ujar walikota Ternate dua periode itu.

Adapun turunan yang bisa dihasilkan dari kepala itu diantaranya adalah Coconut Crude Oil (CCO), Virgin Coconut Oil (VCO), activated carbon (AC), coconut fiber (CF), coconut charcoal (CCL), serta oleokimia yang dapat menghasilkan asam lemak, metal ester, fatty alkohol, fatty amine, fatty nitrogen, glyserol, dan lain-lainnya.

Sementara itu, daun, sabut, dan batang kelapa juga merupakan bahan baku industri untuk menghasilkan perlengkapan rumah tangga (furniture) seperti keset, sapu, spring bed, matras, dan anyaman lain yang prospektif untuk dikembangkan.

“Potensinya sangat luar biasa untuk bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” paparnya. (HT)

Tinggalkan Balasan