Beranda Halmahera Utara Difasilitasi Kominfo Halut, Direktur RSUD Tobelo Meminta Maaf Kepada Seluruh Wartawan

Difasilitasi Kominfo Halut, Direktur RSUD Tobelo Meminta Maaf Kepada Seluruh Wartawan

481
0
BAGIKAN
Suasana yang dimediasi Diskominfo antara Wartawan dan pihak RSUD Tobelo

TOBELO – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) kabupaten Halmahera Utara, sore tadi (Rabu, 01/08), melaksanakan diskusi dengan sejumlah wartawan media cetak dan online yang berada di kota Tobelo.

Dalam diskusi tersebut, Kominfo juga menghadirkan pimpinan RSUD Tobelo, dokter. Irwanto Tandaan bersama beberapa orang stafnya.

Drs. Deki Tawaris, kepala dinas Kominfo Halut, saat mengawali diskusi dengar pendapat mengatakan, kegiatan hari ini guna bertukar pikiran persoalan yang terjadi beberapa hari lalu, antara pihak RSUD Tobelo dengan wartawan yang sedang melaksanakan tugas peliputan.

Menurut dia, semua persoalan bisa dicarikan solusinya dengan membangun komunikasi yang baik. “Marilah kita berpikir tenang dan mendengar pendapat dari semua (wartawan dan pihak RSUD). Saya yakin ada jalan keluar terbaik yang dihasilkan dari diskusi hari ini”, jelas mantan guru SMA Negeri 2 Ternate ini erah tahun 90an.

Hadiri langsung diskusi dengan wartawan, dokter gigi Irwanto Tandaan mengucapkan permohonan maaf. Menurut dia, semua manusia punya kekhilafan, begitu juga dengan sfaf kerjanya di rumah sakit.

“Sebagai orang yang bertanggungjawab di RSUD Tobelo, dari hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf kepada para wartawan semua, atas perlakuan yang kurang mengenakan dari salah satu stafnya”, ucap Irwanto Tandaan.

Kedepan dirinya berjanji, akan menjalin komunikasi yang intensif dan efektif dengan semua pihak, termaksud wartawan. “Saya berjanji kedepan akan selalu intensif dengan wartawan. Mungkin karena kesibukan saya, sehingga tidak terlalu mengkontrol setiap masalah yang terjadi”, janji direktur.

Dia juga menjelaskan soal Standar Prosedur Operasional (SPO) RSUD Tobelo, yang sudah sesuai dengan rujukan undang-undang kesehatan. “Kita bekerja sesuai SPO yang ada, dimana tidak membolehkan mengambil gambar di dalam ruang perawatan. Hal ini bisa mengganggu privasi dan ketenangan pasien. Tapi kita sadari juga, SPO yang ada harus kita jelaskan secara bijaksana kepada semua pihak, termaksud rekan-rekan wartawan”, jelas dia.

Persoalan berkomunikasi yang baik, direktur menambahkan, pelajaran yang harus ditanamkan kepada setiap dokter yang melakukan pelayanan. “Saya sudah menegur yang bersangkutan (dokter yang berulah), agar bisa dengan santun berkomunikasi dengan siapa saja selain pasien”, tambah dia.

Diskusi yang berlangsung hampir dari dua jam ini, berakhir dengan kesepakatan akan mengoptimalkan peran kehumasan di RSUD Tobelo. “Fungsi Humas perlu sekali untuk dioptimalkan. Sebab itu, di depan wartawan, saya menunjuk dr. Debby May untuk menangani kehumasan. Saya memilih dr. Debby karena beliau saya rasa mampu untuk berkomunikasi. Pokoknya rekan-rekan wartawan tidak akan merasa rugi ketika dengan dia (dr. Deby)”, sepakat Irwanto yang mengakhiri permohonan maafnya dengan senyum dan canda.

Sekedar diketahui, kronologis selisih paham antara wartawan dan pihak RSUD bermula saat kasus kematian 2 kakak beradik warga desa Gosoma yang diakibatkan tenggelam di pantai desa Rawa Jaya.

Saat itu, wartawan dalam tugas peliputan, tengah mengambil gambar di depan Unit Gawat Darurat. Saat yang bersamaan muncul salah seorang dokter jaga di UGD lalu melakukan pelarangan mengambil gambar dengan nada keras. Tidak terima perlakuan yang dialami salah satu rekan mereka (wartawan), sejumlah wartawan pun terlibat ‘baku malawang’ dengan sang dokter. (Enol)