Beranda Halmahera Utara Berantas Narkoba, BNN Halut Berikan Pemantapan Aparatur Pemerintah

Berantas Narkoba, BNN Halut Berikan Pemantapan Aparatur Pemerintah

58
0
BAGIKAN

TOBELO – Badan Narkotika Nasional (BNN) kabupaten Halmahera Utara, Rabu (08/07) siang tadi menggelar kegiatan pemantapan pengembangan kapasitas aparatur pemerintah dalam melihat permasalahan narkoba yang sementara merajela.

Dengan menggandeng pemerintah daerah, kegiatan tersebut di buka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Josep Papilaya.

Dalam kesempatan menjelaskan peran dan fungsi aparat pemerintahan secara luas, Papilaya dalam sambutannya mengatakan, perlu ada kepekaan dalam melihat kondisi sosial.

“Sebagai aparatur pemerintah, kita juga di ajak untuk selalu peka dalam melihat kondisi sosial sekitar kita, termaksud peredaran narkoba. Itu yang saya maksudkan, kejelian seorang aparatur sangat dibutuhkan”, kata Papilaya yang juga mengapresasi kegiatan yang di gagas BNN Halut.

Sementara itu, kepala BNN Halmahera Utara, AKBP. Matheis Beay, ketika dihubungi para pewarta di sela-sela kesibukannya dalam acara tersebut menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan hari ini, sebagai bentuk sosialisasi pentingnya pemberantasan narkoba. Sebab itu lanjut Beay, “Kita menggandeng aparatur pemerintah, guna memberikan pelatihan dan pemantapan dalam kapasitasnya, guna melihat maraknya peredaran narkoba, agar kelak bisa membantu BNN”, sebutnya.

Daerah Tobelo sendiri, tingkat peredaran barang haram ini, masih sebatas hitungan jari. Tetapi ada yang menarik di kota Marahai yaitu, maraknya penggunaan lem ehabon dikalangan generasi penerus.

Resiko dan dampak dari bahan yang biasa digunakan sebagai bahan perekat ini, bisa mengakibatkan gangguan hati dan otak.

“Ehabon adalah bukan masuk dalam jenis narkoba dan psikotropika. Dia masuk golongan zat adiktif. Jika dikonsumsi secara terus menerus, maka akan menimbulkan kecanduan dan berakibat fatal bagi kesehatan. Umumnya orang yang kecanduan, akan berdampak pada gangguan hati dan otak”, kata dr. Doto Ray Ray menjelaskan perbedaan kandungan lem ehabon dan narkoba.

Sebab itu pimpinan Puskesmas Tobelo ini mengharapkan, tingkat kesadaran orang tua dan masyarakat secara luas, menjadi peranan penting dalam menginformasikan bahaya lem ini kalau dikonsumsi. (Enol)

Tinggalkan Balasan