Beranda Maluku Utara Peduli Palu dan Donggala Ratusan Santri Pondok Pesantren Kharisul Hairat, NU dan...

Peduli Palu dan Donggala Ratusan Santri Pondok Pesantren Kharisul Hairat, NU dan PMII Gelar Sholat Ghaib, Zikir dan Doa Bersama

134
0
BAGIKAN

TIDORE – Pasca gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada hari Jumat sore (28/09/18) kemarin membuat seluruh rakyat Indonesia berduka cita.

Senin malam (01/10/10) ratusan santri Pondok Pesantren Kharisul Khairat Bumi Hijrah Ome Tidore, bersama Nahdatul Ulama (NU) Kota Tidore dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Tidore Kepulauan, menggelar solat ghaib, zikir dan doa bersama di masjid pondok pesantren untuk mendoakan korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Solat Ghaib, zikir dan doa bersama ratusan santri serta Nahdatul Ulama dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dipimpin oleh Ketua Nahdatul Ulama KH Anim Fatahna Jabir serta doa bersama di pimpinan oleh pimpinan Pondok Pesantren Kharisul Hairat Bumi Hijrah Tidore , KH Umar Hamzah.

Usai solat ratusan santri langsung menggelar zikir dan doa bersama. Selain melakukan solat goib, zikir dan doa bersama, ratusan santri juga melakukan pengmpulan dana untuk disumbangkan kepada korban gempa Palu dan Donggala yang kemudian diserahkan ke pengurus PMMI untuk kemudian di sumbangkan ke Palu dan Donggala melalui rekening PB PMII.

Pimpinan Pondok Pesantren Kharisul Hairat Bumi Hijrah Tidore, Kiai Haji Umar Hamzah mengatakan, turut berbela sungkawa atas peristiwa gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah, semoga dengan peristiwa ini dijadikan pelajaran dan pengalaman dalam keseharian, bahwa keimanan dan ketakwaan kepada Alllah lebih utama semuanya yang ada di dunia ini.

“Dalam melaksanakan zikir dan doa bersama terhadap peduli Palu dan Donggala yang baru-baru terkena musibah gempa kurang lebih 7,4 skala richter yang mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa yang tidak sedikit, mudah-mudahan ini kegiatan yang meringankan beban daripada masyarakat yang ada di Kota Palu dan Donggala, mereka yang Allah SWT dipanggil semoga khusnul khatimah dan mereka oleh Allah dipanjangkan umurnya diberikan kesabaran dan ketabahan,” tutur KH. Umar Hamzah.

Selain itu, Ketua Nahdatul Ulama (NU) KH An’im Fatahna Jabir menyampaikan, gempa dan tsunami yang menimpa Palu dan Donggala adalah duka seluruh masyarakat indonesia termasuk masyarakat Kota Tidore Kepulauan, karena kita adalah satu negeri dan satu bangsa dan satu tanah air.

“Pelaksanaan zikir dan pengumpulan dana peduli Palu, Donggala kita sama-sama merasakan kepedihan yang nyata, kami ikut berduka cita, ikut berbela sungkawa, walaupun kita di Tidore tetapi kebersamaan kita akan tetap terjalin, karena kita sama-sama satu negeri satu bangsa, satu tanah air,” ujar KH. An’im fatahna. (HI)