Beranda Maluku Utara Soal Kiriman Bantuan, Pernyataan Asisten III dan Sekretaris BPBD Morotai Berbeda

Soal Kiriman Bantuan, Pernyataan Asisten III dan Sekretaris BPBD Morotai Berbeda

99
0
BAGIKAN
Sekretaris BPBD Pulau Morotai, Husen Moni.

MOROTAI – Nampaknya pernyataan Asisten III Sekretaris Daerah (Setda) Morotai, Ida Arsad, soal pengiriman bantuan kepada korban bencana  gempa dan tsunami di Kota Palu, Sigi dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), berbeda dengan pernyataan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai.

Bagaimana tidak, disaat para awak media melakukan konfimasi pada Senin (8/10) kemarin, melalui via telepon. Asisten III mengatakan bahwa, semua bantuan yang sudah terkumpul di posko bencana di Kantor Bupati itu akan pada Sabtu pekan ini, mengunakan KM Giovani, dari Morotai-Ternate, Ternate-Manado.

Sementara, Sekretaris BPBD Pulau Morotai, Husen Moni, saat ditemui media ini di Posko bencana, Selasa (9/10) mengungkapkan bahwa, Semua bantuan yang ada di Posko ini akan di kirim pada Rabu besok, mengunakan KM Feri, dari Morotai-Tobelo, Tobelo-Bitung, dan dari Bitung menuju ke Palu melewati jalur darat itu memakan waktu selama satu malam dua hari perjalanan.

”Jadi semua bantuan ini, Sebentar kami akan muat di mobil truk sebanyak dua unit, dan satu mobil rescue milik BPBD setempat,” ungkap Husen.

Dijelaskan, memang awalnya semua bantuan ini akan di kirim melalui KM. Giovani pada Sabtu pekan ini.

”Tapi dengan adanya pertimbangan dan masukan, sehingga jadwal pengiriman bantuan untuk saudara kita yang terkena gempa dan tsunami di Sulteng itu akan di kirim pada Rabu besok,” ucapnya.

Total bantuan yang akan dikirim itu sebanyak 200 koli (Karung), dengan jenis bantuan yang berbeda, yakni pakaian layak pakai, obat-obatan, mie instan, beras, air mineral, popok bayi, susu, makanan instan (Sun) dan pembalut wanita,” katanya.

Sekedar diketahui, yang akan berangkat untuk mengawal bantuan ini, yakni Asisten III Setda Pulau Morotai, kemudian di tambah personil pegawai BPBD sebanyak 6 orang, dan pegawai Dinsos 2 orang. (Ical)