Beranda Maluku Utara Inovasi Lentera Wisata Gagasan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Ternate

Inovasi Lentera Wisata Gagasan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Ternate

206
0
BAGIKAN
DR. Jusuf Sunya ME, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Ternate

TERNATE – Menciptakan inovasi merupakan cara untuk terus membangun dan mengembangkan organisasi. Perpaduan berbagai aspek inovasi tersebut pada gilirannya membentuk arena inovasi.

Reformer DR. Jusuf Sunya ME, yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Ternate menjelaskan inovasi dalam proyek perubahan (proper) yang digagasnya sebagai aplikasi dari Diklat PIM II angkatan XXII tematik Pariwisata di BPSDM
Provinsi Bali yaitu terkait kebijakan layanan kompetensi tenaga kerja kepariwisataan (lentera wisata).

Kebijakan ini diarahkan agar kedepan Pemerintah Kota Ternate dapat mendorong peningkatan daya saing khususnya pada kompetensi tenaga kerja.

Tujuan utama dari inovasi yang digagas ini adalah mempercepat peningkatan daya saing SDM melalui layanan kompetensi tenaga kerja kepariwisataan.

“Manfaat proper ini untuk masyarakat agar memiliki daya saing SDM,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, “Kompetensi yang dimiliki akan menjadi modal sehingga mereka dapat berkontribusi dalam persaingan kerja yang semakin kompetetif. Ini juga sebagai harapan agar pengembangan tenaga kerja dapat berkembang dan stakeholders dapat berperan aktif dalam pengembangan, menyiapkan sumber daya anak bangsa yang sangat kompetitif di masa depan. Agar nantinya mereka dapat bersaing di dunia kerja terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan atau hospitality”, tambahnya.

 

Selain itu, Jusuf juga mengatakan, “Terkait dengan kompetensi tenaga kerja atau inovasi lentera ini, sasaran utamanya adalah meningkatkan daya saing, tenaga kerja baik kepariwisataan khususnya di bidang perhotelan. Ada empat komponen yang akan kita lakukan yaitu , pertama terkait dengan peningkatan sarana prasarana, kedua optimalisasi pelatihan, ketiga kegiatan sertifikasi dan ke empat adalah membangun kemitraan dengan stakeholder yang ada. Ini tentunya agar ke depan tenaga kerja yang rata2 usia kuda ini dapat memiliki komptensi yang baik dan mereka juga memiliki sertifikasi sebagai SIM sehingga lebih kompetetif,” tandasnya.

Sejauh ini sejumlah kerjasama sudah di lakukan untuk memuluskan proyek perubahannya itu, diantaranya adalah kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi seperti di Ternate Maluku utara, Balai Latihan Kerja, Lembaga Pendidikan Swasta yang ditandai dengan penandatanganan MoU sekaligus dengan proses rekrutmen, uji kompentensi dan sertifikasi serta membangun sarana serta prasarana. (RED)