Beranda Maluku Utara Festival Legu Gam 2019 Segera Dihelat

Festival Legu Gam 2019 Segera Dihelat

747
0
BAGIKAN

TERNATE – Sebentar lagi, sebuah event tahunan akan digelar di Ternate. Pantauan media ini, Selasa sore di Pendopo Kesultanan Ternate, anak-anak mendiang Sultan Ternate, Mudaffar Sjah serta perangkat adat Kesultanan Ternate sudah mulai mempersiapkan pesta rakyat, festival Legu Gam tahun 2019. Festival yang akan digelar pada bulan April tahun mendatang itu akan diisi dengan pertunjukan budaya, dan pesta rakyat Moloku Kie Raha.

Ketua Legu Gam 2019, Jo Ngofa, Hidayat Mudaffar Sjah dalam confrensi pers di pandopo Kesultanan Ternate Selasa (13/11) mengatakan, semangat Legu Gam kali ini adalah untuk mengembalikan marwah kesultanan dan eksistensi Legu Gam pada tempatnya sebagaimana tema yang diusung yakni, Ternate Mercusuar Indonesia, Indonesia Mercusuar Dunia.

Hidayat bercerita, dahulu Kesultanan Ternate merupakan sebuah Negara berdaulat sebelum datang para penjajah dari bangsa eropa. Pada saat itu Ternate dan daerah-daerah lain di Moloku Kie Raha menjadi mercusuar bagi Dunia.

“Kita memberikan cahaya kepada dunia, ini semua karena cengkih dan pala, karena cengkih dan pala kita dijajah 150 tahun oleh Portugis, Belanda selama 300 tahun dan Jepang selama 3 tahun,” kata Ofa Dayat (Biasa begitu ia disapa)

Karena itu, di legu Gam kali ini sesuai tema yang diusung, ia yakin bahwa pala dan cengkeh akan mengembalikan kejayaan tersebut sebagaimana yang terjadi pada masa-masa sebelumnya.

Selain pala dan cengkih, ada satu simbol kerajaan Ternate yakni Goheba Dopolo Romdidi, menurut dia, simbol burung berkepala dua ini menyerupai beberapa logo kerajaan di Eropa.

“Karena itu dengan burung berkepala dua ini kami ingin menghadirkan pernyataan sang Sultan Mudaffar Syah, bahwa kami akan mengulai peristiwa, bahwa kalau dulu dunia Eropa datang ke Ternate karena pala dan cengkeh, maka akan tiba saatnya mereka datang karena ada kesamaan simbol,” katanya.

Bagi dia, kesultanan ini memiliki kehormatan, itu sebabnya panitia Legu Gam sudah tidak akan lagi meminta bantuan Pemerintah dengan membawa cara mengusulkan program lewat proposal. Kendati begitu pihaknya tetap bekerja sama dengan Pemerintah, karena pihaknya mengestimasikan kurang lebih akan ada 2000 hingga 3000 turis yang datang ke Ternate menyaksikan mercusuar itu kembali pentas dunia lewat event Legu Gam.

Sementara itu, Jou Hukum Sangaji, Muchlis Hi. Abdullah pada saat yang sama mengatakan, perangkat ada Kesultanan Ternate siap mendukung pelaksanaan Legu Gam tahun 2019 mendatang, apalagi Legu Gam ini digelar bertepatan dengan peristiwa lahirnya mendiang Sultan Ternate ke-48 Mudaffar Sjah. “Kegigihan almarhum Sultan Ternate selama ini memang tidak ditopang, tapi tidak perlu kita kejar dengan proposal, karena nanti kita hanya dapat malunya,” katanya.

Sementara Humas Legu Gam, Mira H Hafel SE, menjelaskan, visi legu gam kali ini yakni Menjadikan Festival Legu Gam 2019 Sebagai Event Bertaraf Internasional dengan Pengelolaan yang Provesional, Terukur dan Akuntabel. Sedangkan misi Legu Gam sendiri yakni melestarikan dan mengembangkan potensi kebudayaan daerah khususnya Ternate sebagai sentra budaya Malut, memperluas jaringan serta mitra dan kerjasama baik internal dan eksternal , menjadikan event Legu Gam sebagai kalender event tetap Kementerian Pariwisata serta meningkatkan perekonomian rakyat di Kota Ternate.

Sementara itu, hadir dalam Acara tersebut juga dari Jo Ngofa, Hidayat Mudaffar Sjah, Kadis Pariwisata Provinsi Malut, Samsudin A Kadir, Perangkat Adat Kesultanan Ternate, Jo Hukum Sangaji serta beberapa beberapa perangkat adat lainnya serta insan pers. (NS)