Beranda Maluku Utara Awal Tahun, Tarif PDAM Baru Mulai Diberlakukan

Awal Tahun, Tarif PDAM Baru Mulai Diberlakukan

204
0
BAGIKAN

TERNATE – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Ternate awal tahun 2019 nanti akan berlakukan tarif air baru.

Tarif terakhir yang berlaku berdasarkan Surat Keputusan Walikota sejak tahun 2008 sampai tahun 2018 sudah memasuki tahun ke-10.

Dari data blok konsumsi air yang diperoleh media ini, berdasarkan pernyataan Dirut PDAM Kota Ternate Saiful Djafar, masyarakat yang tidak menggunakan PDAM sebanyak 2.953 sambungan atau 10 persen, kemudian yang menggunakan 1-10 m3 sebanyak 5.149 sambungan, atau 18 persen, 11-20m3 sebanyak 6.627 sambungan, 23 persen, 21-30m3 5248 sambungan, 19 persen, 31-40 m3 3.30 sambungan, 11persen, 41-50m3 1.791 sambungan, 6 persen 41-100m3 2834 sambungan 10 persen.

Dari data blok konsumsi kemudian PDAM membagi 2 kelompok besar, yaitu yang menggunakan air di bawah 20m3 dan diatas 20m3.

“Kita membagi karena sekarang tarif yang baru kita terapkan dengan membedakan dua kelompok ini, sehingga terjadi dua kelompok besar, kelompok di bawah 20m3 sebanyak 14.729 sambungan atau 52 persen, dan diatas 20m3 sebanyak 13.775 sambungan atau 48 persen,” jelasnya.

Sehingga dalam penerapan tarif yang 14.729 pelanggan tidak kena penyesuaian tarif karena dia tetap dengan pola konsumsi di bawah 20m3, tetapi orang yang membayar air diatas penggunaan air 20m3 harus memperbaiki pola konsumsinya.

“Dari 14.749 hanya menggunakan air dalam 1 bulan itu 135.133 m3, sementara pelanggan yang 13.775 itu menggunakan air sebanyak 682.088 m3 lima kali lipat dari kelompok di bawah 20m3,” kata Dirut saat jumpa press di kantor PDAM, Rabu (5/12).

Rata-rata penggunaan air yang berada pada kelompok di bawah 20m3 sebanyak 9,2 m3 sementara mereka yang berada di blok 20m3 penggunaan air rata-rata sebanyak 49,5m3.

“Sehingga dibeberapa kesempatan saya katakan, karena dia merasa air ini murah, dia sanggup bayar, rata-rata mengunakan air 49m3, karena ini masuk kategori yang boros, jika dianalogikan 1 hari dia bisa menghabiskan 16 gelon sehingga inilah yang mempengaruhi sistem,” tambah Saiful.

Sistem PDAM dibangun dengan asumsi penggunaan air itu 150 liter per-orang, per-hari, kalau semua orang menggunakan 150 liter setiap orang, per-hari berarti sudah sesuai dengan sistem yang dibangun.

“Akan tetapi berdasarkan data ini, jika di bagi rata maka 189 per-orang, per-hari, sudah tidak sesuai dengan sistem yang dibangun, maka dari situlah kemudian kita memperbaiki tarif berdasarkan blok konsumsi yang baru,” tukasnya. (HT)