Beranda Halmahera Utara Aksi Mogok Mengajar Guru SD Negeri 2 Tobelo, Ratusan Siswa jadi Korban

Aksi Mogok Mengajar Guru SD Negeri 2 Tobelo, Ratusan Siswa jadi Korban

281
0
BAGIKAN

TOBELO – Bagian dari memprotes kebijakan Pemerintah Daerah lewat Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), yang menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Kepala Sekolah kepada Josephina Nyonyie sebagai kepala sekolah, menimbulkan aksi mogok mengajar dari sejumlah guru di SD Negeri 2 Tobelo.

“Dorang tara suka deng kepala sekolah yang baru, makanya dorang tara mau mengajar alias aksi mogok mengajar,” ucap salah satu orang tua siswa kepada para wartawan, Senin (13/01) pagi tadi.

Aksi mogok mengajar dari para guru tersebut sudah berlangsung hampir satu pekan ini, berujung pada terhambatnya para siswa dalam mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang terletak di desa Gamsungi kecamatan Tobelo ini.

“Setiap hari torang bingung, kenapa torang pe ana pulang sekolah awal sekali tidak seperti biasanya. Ketika ditanyakan, dorang bilang guru-guru tara maso kong torang tara balajar,” kesal ibu dari salah seorang siswa yang mengeluhkan permasalahan ini. Tercatat, dari data yang dimiliki media ini, ada 100 lebih siswa yang menempuh proses KBM di SD Negeri 2 Tobelo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Halahera Utara, Drs. Suwarno Tongotongo, ketika dikonfirmasi mengatakan, sudah ada pertemuan dengan para guru yang melakukan aksi mogok mengajar. “Hari Sabtu lalu, kita sudah panggil kelima guru tersebut. Sebagai dinas yang memayungi dan mengatur jalannya pendidikan, kita sudah memberikan penjelasan kepada mereka. Harusnya, Senin pagi tadi, kita lanjutkan rapat lengkap dengan orang tua siswa, namun sayangnya, kelima guru tadi tidak hadir,” jelas Suwarno, Senin (13/01) siang tadi.

Melihat tingkah dari kelima guru yang tetap saja membangkang dari arahan dan petunjuk Pemerintah Daerah lewat Dinas Pendidikan, kepada wartawan, Suwarno berjanji akan mengambil langkah tegas, demi menyelamatkan siswa dari proses KBM.

“Saya akan mengambil langkah tegas, demi melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar. Kasihan para siswa, mereka tidak tahu apa-apa dan mereka yang menjadi korban. Saya pastikan, dalam minggu ini, semua akan kembali normal,” kata Suwarno tegas. Bahkan, kepala dinas secara terang-terangan mengatakan, akan melakukan roling tenaga pengajar.

“Besok sudah ada guru yang mengajar. Saya jamin, perlahan-lahan akan kita tata sekolah tersebut, dengan cara melakukan roling guru. Yang sudah tidak mau mengajar, silahkan tinggalkan sekolah tersebut, kita ganti dengan orang-orang yang benar-benar ingin mengajar,” tegas Kepala Dinas. (Enol)