Beranda Halmahera Utara Warga Tobelo Bingung terkait Tarif Bentor, Ini Pernyataan Kepala Dinas Perhubungan Halmahera...

Warga Tobelo Bingung terkait Tarif Bentor, Ini Pernyataan Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Utara

423
0
BAGIKAN
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Halmahera Utara (Halut) Hernefer Tjandua.

TOBELO – Sebagian warga kota Tobelo dibuat pusing, menyusul tarif harga angkutan kendaraan Becak Motor (Bentor) bervarisi, antara Rp 5.000 sampai dengan Rp 20.000.

Agus misalnya, dirinya mengaku sudah terbiasa dengan tarif Rp 5.000 dalam kota, tetapi kemudian pernah diminta oleh pengemudi bentor hingga Rp 10.000, saat menuju pelabuhan.

“Saya pernah baku malawang deng tukang bentor. Waktu itu saya pergi ke pelabuhan, dan saat turun saya diminta oleh sang pengendara dengan harga 10.000. disitulah terjadi perdebatan, pada hal jarak tempat tinggal saya di Gosoma menuju pelabuhan, terbilang cukup dekat,” keluh Agus kepada wartawan.

Sama halnya dengan Agus, Leakim juga menceritakan hal yang serupa, mengenai perlakuan pengemudi Bentor nakal yang mematok tarif terlalu berlebihan. Menurut warga asal Morotai ini, dirinya waktu menuju ke pelabuhan Ferri di desa Gorua, pernah di minta 20.000 rupiah.

“Saya akan pergi ke pelabuhan Ferri di desa Gorua. Saya di minta ongkos 20.000. Tidak mau berdebat saya langsung bayar,” cerita Leakim.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Halmahera Utara (Halut) Hernefer Tjandua ketika dimintai pendapat persoalan keluhan beberapa warga menjelaskan, dalam Surat Keputusan (SK) Bupati nomor 550/118/2016 tgl 26 April 2016, sudah di atur kesepakatan tarif. Masing-masing, Rp. 4.000, untuk para pelajar dan mahasiswa Rp. 2.500. Sementara untuk umum lanjut Kadis, Rp.5.000.

“Persoalan tarif kan sudah di atur lewat SK Bupati nomor 550/118/2016 tanggal 26 April 2016. Itu kan semuanya sudah jelas”, tulis Hernefer Tjandua dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (14/02) siang tadi.

Dirinya juga mengaku, baru mengetahui masalah ini. Sebab itu, Henefer berjanji, akan menyeldiki permasalahan tersebut.

“Saya juga baru mendengar masalah ini dari wartawan. Terimah kasih, saya akan menyelidiki masalah ini”, ungkap Kadis.

Lanjut menurut dia, biasanya terjadi kesepakatan harga atau tarif antara penumpang dan pengendara Bentor. “Biasa antara pengendara dan penumpang ada kesepakatan harga terlebih dahulu. Mungkin itu yang terjadi”, duga Hernefer. (Enold)