Beranda Maluku Utara Terkait Penolakan Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf, DPD PDIP Malut: Itu Sudah Tepat

Terkait Penolakan Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf, DPD PDIP Malut: Itu Sudah Tepat

2131
0
BAGIKAN
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Malut, Muhammad Sinen.

TIDORE KEPULAUAN – Terkait penolakan ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Joko Widodo- Ma’ruf Amin Maluku Utara, Al Yasin Ali oleh sejumlah simpatisan dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), lewat pengurus ranting PDI-P Kelurahan Rum Balibunga di pelabuhan Rum, Selasa, 26 Maret 2019, mendapat respon positif dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Malut, Muhammad Sinen.

Menurut Muhammad Sinen, apa yang dilakukan oleh jajaran PDI-P di tingkat PAC maupun Ranting itu adalah bentuk dari membawa nama baik PDI-P, karena mereka tidak mau partai ini dibawa ke hal-hal yang tidak baik.

“Sudah tepat karena mereka tidak mau partai ini dibawah ke hal-hal yang tidak bagus. Karena apa yang dilakukan oleh ketua TKD itu dari sisi administrasi belum disiapkan oleh tim TKD,” kata Ayah Erik sapaan akrab Muhammad Sinen.

Dikatakan Ayah Erik, sampai saat ini TKD belum memasukan SK tim kampanye ke KPU Provinsi Maluku Utara. Sehingga kata Ayah, bilamana itu dibiarkan maka akan memberikan dampak buruk pada partai dan paslon Presiden Joko Widodo- Ma’ruf Amin.

“Karena itu akan dibubarkan oleh panwas, sebab dari sisi administrasinya belum disiapkan tim TKD karena itu bagian dari persyaratan,” jelasnya.

Dijelaskan pula, selaku ketua DPD dan sebagai partai pengusung tidak pernah dikonfirmasi oleh TKD. Begitu juga dengan yang punya tuan rumah, sekali pun disini ada DPC PDI-P dan yang dilakukan adalah kegiatan Pilpres.

“Tapi kita tidak mau kemudian jadi bahan pembicaraan yang nantinya jadi bahan lelucon bagi orang lain bahwa partai ini tidak punya etika tidak punya aturan dalam hal-hal seperti itu, karena tidak taat kepada aturan-aturan yang diatur,” pungkas Ayah Erik, yang juga merupakan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan tersebut.

Tambahnya, “Biar bagaimanapun PDI-P ini partai pemerintah, jadi sudah seharusnya menunjukan kepada publik bahwa kita harus dan betul taat pada aturan, karena aturan ini kita yang buat,” cetusnya.

“Jadi kampanye begitukan bikin pemberitahuan ke Polda harus dilampiran dengan data tim kampanye. Tapi surat yang dilayangkan itu ketua tim TKD dengan sekretaris. Tapi ternyata sekretaris juga tidak pernah tahu dengan kegiatan di Rum. Anehnya yang datang itu cuman ketua TKD dengan istrinya,” tutur Ayah Erik.

Olehnya itu, dirinya meminta kepada TKD Provinsi Malut Joko Widodo- Ma’ruf Amin agar duduk bersama dan selesaikan administrasi yang menjadi hal penting dalam Pilpres ini.

“Kalau masalah kampanye itu hal biasa, kampanye terus orang pertanyakan jurkam siapa-siapa yang hadir hari ini, itu juga harus dijelaskan. Masa kampanye kong hanya bikin surat kemudian kase di salah satu orang yang mengatasnamakan tim, kemudian datang. Dan kalau datang ke Tidore harus pamit dulu di partai pengusung, jangan datang cumabketua TKD dengan istrinya saja. Itu yang salahnya disitu. Tim TKD lainnya dimana, dan jurkamnya siapa-siapa itu tidak ada,” tandasnya. (SS)