Beranda Maluku Utara Gelar Apel Siaga Patroli, Ketua Bawaslu Tikep Bacakan Sambutan Ketua Bawaslu RI

Gelar Apel Siaga Patroli, Ketua Bawaslu Tikep Bacakan Sambutan Ketua Bawaslu RI

209
0
BAGIKAN

TIDORE KEPULAUAN – Tinggal menghitung  hari  akan memasuki puncak perayaan Pemilu 2019. Tepatnya pada tanggal 17 April seluruh anak bangsa yang berhak memilih akan menggunakan hak pilihnya. Pemilu kali ini merupakan pengalaman baru bagi kita, dimana untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemiluan di Indonesia, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah akan dipilih secara serentak. Demikian disamaikan Ketua Bawaslu Tidore Bahrudin Tosofu saat membacakan sambutan Ketua Bawaslu RI, Sabtu (13/4).

“Aspek keserentakan dari pemilu kali ini, menjadi ujian besar bagi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang telah 11 tahun mendedikasikan dirinya menjaga hak pilih rakyat. Menyadari hal tersebut, maka selama berlangsungya tahapan pemilu tahun 2019 yang dimulai sejak 17 Agustus Tahun 2017, kita telah melakukan berbagai upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam menghadapi setiap tahapan pemilu, termasuk menyiapkan penyelenggaraan pengawasan masa tenang, hari pungut hitung dan rekapitulasi serta kesiapan penanganan pelanggaran dan potensi sengketa proses pemilu,” katanya.

Lanjutnya, tugas mengawasi pemilu adalah panggilan mulia yang harus kita tuntaskan dengan baik. Karena itu sudah sepatutnya pula kita meminta pertolongan Tuhan, agar kita dikuatkan dan dimampukan untuk menunaikan tugas dan panggilan ini dengan baik.

“Hingga pada saatnya nanti seluruh jajaran Bawaslu dapat mempertanggung-jawabkan amanah ini dihadapan Tuhan dan seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa apel siaga patroli pengawasan masa tenang. Sebelum memasuki hari pemungutan dan penghitungan suara di tanggal 17 April, terlebih dahulu diperhadapkan dengan tugas mengawasi masa tenang yang dimulai dari tanggal 14-16 April, masa ini merupakan salah satu fase krusial dalam pelaksanaan pemilu yang akan menguji integritas seluruh elemen bangsa termasuk didalamnya Bawaslu dan Peserta Pemilu.

Berdasarkan pengalaman kita baik pada agenda pemilihan kepala daerah maupun agenda pemilu sebelumnya, masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik-praktik kecurangan, politik uang, propaganda Isu SARA, Penyebaran Berita Bohong untuk saling menjatuhkan diantara sesama peserta, bahkan tak jarang terjadi benturan kekerasan antar massa pendukung peserta pemilu, praktik-praktik seperti itu tentu mengancam keutuhan bangsa.

“Salah satu persoalan klasik lainnya yang sering kita hadapi di setiap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan, yaitu kecenderungan peserta dan calon menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi politik, termasuk melibatkan uang dalam jumlah yang tidak rasional untuk mempengaruhi pilihan masyarakat pemilih,” jelasnya.

Ketua Bawaslu Tidore Bahrudin Tosofu juga mengatakan bahwa politik uang jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan demokrasi serta meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengawas pemilu bersama-sama dengan masyarakat kita tolak dan lawan politik uang, demi pemilu yang bersih, berintegritas dan bermartabat.

“Itulah mengapa di saat yang berbahagia ini, kita berdiri disini dalam gelaran ”Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang Pada Masa Tenang”. Hari ini seluruh Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota mulai dari sabang sampai merauke, berdiri serentak sebagai tanda kesiapan untuk mengawasi tahapan puncak dalam pemilu tahun 2019,” pungkas BT, sapaan akrab Bahrudin Tosofu.

Dikatakan juga, kegiatan tersebut selain bertujuan membunyikan alarm atas kesiapan pengawas dalam melakukan pencegahan, gerakan patroli pengawasan ini dapat di maknai sebagai gerakan etik dan moral yang berbasis pada keyakinan Bawaslu bahwa Indonesia sanggup mendemonstrasikan suatu keunggulan berdemokrasi pada basis karakter sejati anak bangsa yang beradab, cinta perdamaian, menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, menghargai setiap perbedaan diantara sesama anak bangsa.

“Pada keyakinan itulah melalui patroli masa tenang, kita tidak sekadar melakukan pengawasan tetapi sekaligus menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Lanjut dia, sebab pemilu bukanlah sekadar kontestasi politik dan sirkulasi elit, namun lebih dari itu ia merupakan dialektika yang menempatkan anak bangsa sebagai subjek dalam ruang pemaknaan demokrasi yang nyata dan kontekstual, sehingga patroli masa tenang akan menjadi daya dorong bagi seluruh warga negara pemilik hak pilih yang sadar dan menjunjung tinggi akan hak dan kewajibannya, saling menghormati, saling menghargai, saling menyatukan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara.

Berkenaan dengan hal tersebut, atas nama Bawaslu Republik Indonesia dan Bawaslu Kota Tidore Kepulauan, dirinya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Bawaslu di seluruh penjuru. Atas kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh untuk menunaikan panggilan mulia sebagai pengawal demokrasi.

“Mulai hari ini kita akan bergerak serempak di seluruh wilayah pengawasan, dan karena itu, Indeks Kerawanan Pemilu 2019 yang memuat hasil penilaian terhadap potensi pelanggaran dan kerawanan, menjadi instrument handal bagi kita dalam memproyeksikan langkah-langkah antisipatif terhadap praktik politik uang, propaganda isu SARA, Berita tidak benar serta ujaran kebencian serta potensi-potensi pelanggaran lainnya,” tuturnya.

Dia berharap pengawas di tingkat Kecamatan dan desa, kelurahan agar membaca dan mempelajari dengan seksama setiap data yang tersaji dalam IKP 2019 untuk menuntun proses perencanaan strategi pencegahan dan pengawasan di wilayah masing-masing. Selain itu, Penting juga bagi personil tim patroli agar mengenali dan memahami karakteristik serta kecenderungan perilaku sosial kemasyarakan di wilayah patrolinya. Hal ini agar Pengawas mampu, beradaptasi dengan terutama untuk melakukan penetrasi strategi pengawasan yang tepat tanpa menciderai tatanan dan nilai sosial kemasyarakatan yang ada.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada seluruh personil tim patroli agar menghindari sikap-sikap arogansi saat menjalankan patroli pengawasan. Semoga Tuhan yang maha esa, meridhoi kita dengan kesehatan dan kekuatan, kebijksanaan serta hati yang lapang agar kita dapat melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawab dalam agenda mensukseskan Pemilihan Umum Tahun 2019 ”Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”.(SS)