Beranda Maluku Utara Festival Ela-Ela di Buka Wali Kota Ternate

Festival Ela-Ela di Buka Wali Kota Ternate

218
0
BAGIKAN
Prosesi pembakaran obor ela-ela oleh Wali Kota Ternate dan Forkompimda.

TERNATE – Festival Ela – Ela Tahun 2019 dengan tema, spirit Ela-Ela dan Kemajuan Kebudayaan, berlokasi di Situs Cagar Budaya Fort Oranje Ternate. Festival Ela-Ela adalah kegiatan rutin Pemkot Ternate. Kegiatannya berisi ritual penyambutan malam Lailatul Qadar.

Dalam pembukaan festival tersebut, secara simbolis ditancapkan 10 (Sepuluh)  batang pohon pisang sebagai obor  Ela-Ela yang merupakan simbol  sepuluh objek kebudayaan yang tertuang dalam pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah.

Kegiatan ini, dihadiri oleh Wali Kota Ternate H. Burhan Abdurahman, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, Dwi Tugas Waluyanto, Forkompimda, dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate.

Wali Tota Ternate Burhan Abdurrahman dalam sambutannya, Jumat (31/5) mengatakan, pembukaan Festival Ela-Ela merupakan kegiatan rutin pemerintah Kota Ternate.

Karena Festival Ela-Ela ini merupakan sebuah tradisi, budaya, kesenian, yang cenderung bersifat religi. Sebab, umat muslim dalam menyambut turunnya malam Laillatul Qadar, yang diyakini hadir di malam ke-27 Ramadan, sehingga malam ini menjadi momentum yang sangat sakral.

Kata Wali Kota, Festival Tahun ini, harus meningkatkan iman dan takwah kepada Allah SWT karena Festival ini diadakan dalam bulan suci Ramadan. Dengan Festival ini juga, harus ditindaklanjuti sesuai amanah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Di Benteng Oranje ini akan diberikan ruang yang seluas-luasnya kepada Dinas Kebudayaan dan Cagar Budaya, agar masyarakat bisa membangkitkan kreatifitas, inovasi, supaya bisa memajukan Budaya Ternate yang cukup banyak,” kata Wali Kota.

Lebih lanjut Wali Kota mengatakan, Tahun ini Benteng Oranje akan selesai di renovasi secara keseluruhan agar bisa dimanfaatkan lebih optimal, supaya bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kota Ternate.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate Arifin Umasangaji dalam sambutannya mengatakan, Budaya pada zaman dulu kebanyakan sudah hilang di mata generasi, maka dari itu harus dibangkitkan kembali agar Kota Ternate menjadi  kota budaya.

“Untuk hal itu dapat dimiliki kembali harus ada antusias pemerintah, masyarakat agar bisa menjaga nilai budaya dan sejarah yang kita miliki,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, secara simbolis di tancapkan 10 batang pohon pisang sebagai penjangga sepuluh objek kebudayaan yang tertuang dalam pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah.

“Tujuannya adalah untuk menemukan karakter dan jati diri masyarakat yang dilandasi semangat keagamaan dalam keragaman dan dibingkai dengan adat seatorang, serta untuk melestarikan, memajukan nilai budaya diantara tradisi dan modernisasi,” tandasnya. (DU)