Beranda Maluku Utara Menpar: Setiap Minggu Harus Dibuat Event 

Menpar: Setiap Minggu Harus Dibuat Event 

72
0
BAGIKAN

MOROTAI – Setelah mengunjungi lokasi Kawan Ekonomi Khusus (KEK), Menteri Pariwisata (Memoar), Arif Yahya, bersama rombongannya, Selasa (6/8) mengunjungi tempat wisata, salah satunya Pulau Dodola.

Dalam kunjungan tersebut, Menpar terlihat sangat tertarik dengan keindahan pulau Dodola yang sudah dikenal di mata dunia.

Menurutnya, ”Pak Presiden selalu menginginkan setiap minggu harus ada event yang diandalkan. Untuk itu apa yang dibutuhkan masyarakat segera disiapkan.

”Saya yakin peserta dari festival Morotai akan dilaporkan oleh Pak Bupati, dan masyarakat itu tidak ragu-ragu jika ada event karnafal, atau tari massal,” kata Menpar RI, Arif Yahya, yang didampingi Bupati dan Wakil Bupati Morotai, saat dikonfirmasi wartawan di pulau Dodola.

Arif, lantas memaparkan, ”Jika daerah ini ingin maju, khususnya di bidang pariwisata. Maka setiap minggu harus di adakan event. Jadi saya berikan contoh seperti Banyuwangi itu salah satu kota festival terbaik. Karena pendapatan mereka perkapitanya urutan kedua setelah Surayaba. Padahal di daerah Jawa Timur itu ada beberapa kota besar dari Banyuwangi yaitu, Malang, Jember. Namun, karena eventnya pertahun sebanyak 99 event, sehingga pendapatan mereka meningkat,” paparnya.

Dengan begitu, lanjut Arif, ”Maluku Utara adalah daerah dengan indeks kebahagiaan tertinggi di Indonesia, sehingga modal dasarnya pasti orang asli Morotai, yaitu suka nyanyi dan menari. Ini sama seperti tetangga sebelah yaitu Maluku mendapat peringkat dua dari Sulut. Karena dilihat dari karakternya orang sini itu bahagia, sama seperti karakter orang Ambon dan orang Manado, sehingga dari kebahagiaan inilah menjadi modal dasar.

Lanjut Menteri, “Jadi, tinggal mencari komersilnya, dan saya rasa jika daerahnya yang banyak event digelar, maka daerah itu tingkat kesejahteraannya lebih tinggi, seperti Bali, Banyuwangi, itu indeks kebahagiaanya tinggi,” ucapnya.

Arif lantas meyakini bahwa, hal itu akan terjadi di Morotai, karena Kemenpar saat ini sudah bersedia membantu mengirimkan kurator-kurator, dan besok-besok itu akan ditampilkan di lokasi eks sail yaitu, penari Kolosal Parimoi dan Bambu Tada,” tandasnya. (Ical)