Beranda Maluku Utara Polda dan Sultan Tidore, Bersilaturahmi dengan Mahasiwa Papua di Ternate

Polda dan Sultan Tidore, Bersilaturahmi dengan Mahasiwa Papua di Ternate

162
0
BAGIKAN
Foto bersama usai silaturahmi.

TERNATE – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) bersama Sultan Tidore melukukan silaturahmi dengan Ikatan Mahasiswa Papua (IMP) Kota Ternate yang difokuskan di Ruang Senat Rektorat Universitas Khairun (Unkhair) Ternate Kelurahan Gambesi Rabu (21/08).

Sultan Tidore bersama Mahasiswa asal Papua.

Dalam silaturahmi tersebut dihadiri Direktorat Intelkam (Dir Intelkam) Polda Malut Kombes Pol Alifian Budianto, Sultan Tidore Husain Alting Sjah, Kepala Kampung Melanesia, Mochtar Adam, Wakil Rektor III dan Kapolsek Pulau Bacan yang juga anak kepala suku di Papua, Iptu Mabel dan puluhan mahasiswa Papua.

Dir Intelkam Polda Malut, Kombes Pol Alfian di hadapan puluhan Mahasiswa Papua mengatakan di Indonesia hidup berbangsa dan bernegara memang memiliki perbedaan.

“Banyak sekali perbedaan ini, diungkit dan dipermasalahkan oleh bangsa-bangsa lain, supaya negara kita (Indonesia) ini pecah,” ungkap Alfian.

Alfian menuturkan, banyak sekali yang di permasalahkan, contohnya di Provinsi Maluku, di profokasi melaluli agama, dan sekarang kita dicoba lagi diprofokasi melalui suku.

“Setelah di profokasi, saat ini munculnya berita-berita yang sumbernya tidak betul (Hoax) sehingga membuat saudara-saudara kita di Papua terprofokasi (Panas),” cetusnya.

Sementara itu, Sultan Tidore Husain Alting Sjah mengatakan pertemuan ini, adalah pertemuan kekeluargaan antara Kesultanan Tidore dan masyarakat Papua yang ada di Ternate.

“Suasana saat ini, adalah suasana kekeluargaan, karena historis Kesultanan Tidore bersama masyarakat Papua berhubungan keluarga sudah ratusan tahun lamanya,” ungkap Sultan.

Ketika ia mendengar kasus yang saat ini terjadi di Kota Surabaya dan di Kota Malang, seluruh masyarakat Papua marah, termasuk dirinya juga merasa marah dan mau menyuarakan.

“Disaat ingin menyuarakan, tetapi ada ketakutan dan pertimbangan lain, apakah permasalahan tersebut langsung selesai, tentu tidak langsung menyelesaikan permasalahan tersebut,” akunya.

Sultan menambahkan, pastinya ada cara lain untuk menyelesaikan permasalahan ini, yang harus di tempuh dengan cara yang beradab, penuh kekeluargaan dan kemanusiaan.

“Peristiwa itu sudah terjadi, semua orang sudah melihat, dan kita semua bisa mengambil hikmahnya,” pintanya.

Untuk itu Sultan meminta untuk sama-sama menjaga rumah kita bersama, rumah yang indah ini, rumah yang damai ini, rumah yang bernama Negara Kesatuan Indonesia (NKRI) ini.

“Ketika ada permasalahan di rumah kita bersama, kita harus berbicara bersama, jangan kita merusakan rumah kita, kita bersama harus menjaga rumah kita,” cetusnya.

Sultan Tidore juga menegaskan, dengan segala kemampuan dan keterbatasan yang ada akan melindungi keluarga Papua yang ada di Malut, Sultan mengatakan keluarga Papua bagian dari dirinya.

“Dengan keterbatasan yang ada, saya meminta kepada Allah SWT, tanpa diminta itu kewajiban saya harus turun dan menjaga keluarga Papua yang ada di Negeri Moloku Kieraha, insya Allah tidak ada tetesan darah yang jatuh di negeri ini dari tubuh kalian, kalau sampai terjadi, akan aku persembahkan untuk keluarga Papua dari diri saya,” tegas Sultan.

Di kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Mahasiswa Papua Kota Ternate, Hendrik Ruamba menegaskan, untuk tetap aman di Negara Kesatuan Republik Indonesia apapun masalahnya harus tetap aman dan damai.

“Yang terjadi di Kota Malang, biarlah berakhir di Malang, dan yang terjadi di Surabaya, biarlah berakhir di Surabaya, biarkanlah pihak yang berwajib menyelesaikan ini. Torang Samua Basudara,” tutupnya. (Ogn).