Beranda Maluku Utara PEDANG Tidore dan Falsafah Toma Loa Sebanari

PEDANG Tidore dan Falsafah Toma Loa Sebanari

62
0
BAGIKAN
Rustam Ade. (Foto: Istimewa)

Catatan kecil oleh, Rustam Ade (Ketua Panitia PEDANG Tidore)

Pelaksanaan kegiatan Pelangi Budaya Negeri Tidore pada tanggal 22-23 Oktober nanti adalah salah satu memontum bersama masyarakat Kota Tidore Kepulauan, mengingat kegiatan ini sudah menjadi hajatan pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang mana secara bersamaan, Tidore dalam waktu dekat akan menghadapi dua hajatan besar yakni GNMC dan Sail Tidore yang membutuhkan kesiapan matang, baik di tingkatan masyarakat maupun jajaran pemerintah.

PEDANG Tidore adalah sebuah ruang bersama sekaligus aset pemerintah mengelola dan menjaga budaya dan tradisi Tidore sebagai bentuk penguatan identitas budaya bangsa. Jika budaya menegaskan soal nilai dan etika maka nilai-nilai kebudayaan betul-betul harus menjadi benteng utama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kompleksitas zaman dan kemajuan teknologi informasi (Modernisasi) adalah sebuah budaya baru bagi generasi kita hari ini tanpa di sadari membentuk karakter dan perilaku hingga pada tataran kesadaran pengetahuan. Belum juga, hiruk pikuk politik lokal yang kadang menggeser nilai-nilai budaya kita sendiri tanpa kita sadari.

Bagaimana kita memposisikan falsafah TOMA LOA SEBANARI jika generasi kita hari ini tidak mampu membendung ruang besar di atas. Kadar pengetahuan dan budaya kita bergeser, tindakan dan perilaku tidak lagi berdiri sejajar. Oleh karena itu mari kita mengasah lagi identitas kita, karena event budaya adalah sebuah langkah konkrit membangun ruang-ruang edukasi untuk anak cucu negeri ini.

Kenapa ini sebagai ruang edukasi dan literasi? Mengutip Pesan BORERO BALA SE RAYAT dalam event ini dalam bahasa Tidore Satu, Sogoko Ni Cou Jou (mari kita berbakti kepada Allah SWT) dua, Ino Fo Maku Gosa Laha Se Jang (Mari kita saling tolong menolong dalam kebaikan) tiga, ino no cou kie se gam (Mari kita berbakti pada bangsa dan negara) empat, eli se fo jaga dodia gosimo (mari kita lestarikan peninggalan dan ajaran leluhur).

Pesan (BORERO) seperti diatas yang kemudian harus terus mengalir dalam jiwa, tindakan dan perilaku dari generasi ke generasi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Pedang Tidore (Pelangi Budaya Negeri Tidore) adalah event tahunan Generasi Muda Mafututu (GAMUTU) yang di dalamnya ada pelaksanaan ritual Tobo Safar, Parade Juanga, Kolaborasi Musik Tradisional, Orasi Budaya, Makan Makanan Tradisional, Pentas Tarian Tradisional, dan Atraksi Permainan Tradisional.

Selain itu, event yang ke 11 tahun ini juga melibatkan berbagai komponen komunitas yang akan tampil di Panggung Budaya pada tanggal 22 Oktober. (SS)