Beranda Maluku Utara Dua Minggu Dilantik, Nurhayati Buat Terobosan Baru 

Dua Minggu Dilantik, Nurhayati Buat Terobosan Baru 

1129
0
BAGIKAN
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai, Nurhayati Taher. (Foto: Istimewa)

MOROTAI – Kinerja Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai, Nurhayati Taher, patut diberikan apresiasi. Pasalnya, baru dilantik dua minggu dirinya (Nurhayati) berhasil membuat terobosan baru.

Terobosan baru yang dilakukan oleh Nurhayati itu dengan cara melakukan pembersihan sampah-sampah di sejumlah titik lokasi. Baik itu di pemukiman warga maupun di tempat-tempat umum yang ada dalam pusat kota daruba, sehingga semuanya menjadi bersih.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Nurhayati Taher mengatakan, ”Kegiatan bersih sampah ini adalah bagian dari kegiatan rutin yang dilakukan oleh DLH dalam satu minggu dua kali, yakni Jumat dan Minggu,” jelas Nurhayati, saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kamis (7/11).

Lanjutnya, ”Lokasi pembersihan sampah-sampah yang saat ini kami lakukan itu disejumlah titik kota dalam wilayah Kecamatan Morsel yakni, Pasar Gotalamo, Water Front City (WFC), lokasi Shaid Hotel, dan eks lokasi Sail”.

Selain itu kata Nurhayati, “Kalau ada laporan dari masyarakat kaitan sampah yang belum diangkut karena mobil sampah tidak bisa masuk di gang atau lorong, maka kami langsung mengangkut mengunakan kaisar,” terangnya.

Mantan Sekcam Morsel juga mengatakan, ”Walaupun saat ini kami sudah miliki sebanyak 9 penampung sampah yang tersebar di lima desa dalam kota Daruba, yakni desa Darame tiga unit yang ditempatkan di lapangan MTQ, Kantor DPRD, dan depan Kantor Samsat, kemudian desa Gotalamo tiga unit yaitu, Pasar Modern, Kantor Bupati dan Pasar Gotalamo, desa Juanga satu unit yang ditempatkan di pintu masuk Shaid Hotel, desa Dehegila satu unit di RSUD, dan desa Daruba satu unit di lokasi Eks Kolstore. Namun, kami juga diberikan tanggung jawab sebanyak 8 desa yang di dalam kota Daruba untuk mengawasi para petugas penyapu jalan,” tuturnya.

Dirinya juga mengaku bahwa, ”Saat ini kami juga kekurangan tenaga di lapangan, karena sampah samakin bertambah. Namun kata Nurhayati, di tahun 2019 ini juga kami ada penambahan bak sampah sebanyak 5 unit, sehingga di tahun 2020 nanti pihaknya akan lakukan penambahan tenaga, dan itu semua sudah usulkan,” akunya.

Dijelaskan, ”Dari  hasil sampah-sampah yang kami bersihkan dan angkut. Baik dari pemukiman warga, lokasi pertokoan dan pasar Gotalamo dalam sehari itu kami mendapatkan sebanyak 26,75 ton, dan kalau dikalikan perbulan maka kami mendapatkan 800,5 ton. Semua sampah ini langsung dibuang ke lokasi TPA di desa Dehegila,” tutupnya.(Ical)