Beranda Maluku Utara Polemik Dokter dan Perawat Berakhir Damai

Polemik Dokter dan Perawat Berakhir Damai

340
0
BAGIKAN
Foto bersama usai melakukan pertemuan Organisasi Perawat, DPW IDI Malut dan IDI Kota Ternate. (Foto: Istimewa)

TERNATE – Polemik dugaan penghinaan  dokter kepada perawat yang mengatakan perawat adalah pembantu, menemui titik terang dengan berakhir permintaan maaf.

Permintaan maaf keduanya diadakan dengan pertemuan yang menghadirkan  dokter CR alias Citra Roshian dengan perawat SA alias Sofyan Ali, Forum Perawat Muda (FPM) Malut, Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Malut, Dewan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPPNI) Malut, Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Dokter Indonesia (DPW IDI) Malut dan Dewan Pimpinan Daerah IDI Kota Ternate.

Citra Roshian mengungkapkan, atas kejadian ini, dirinya memohon maaf kepada seluruh rekan perawat khususnya di wilayah Maluku Utara, kepada organisasi IDI wilayah Maluku Utara serta seluruh organisasi perawat atas kesalah pahaman yang terjadi.

“Saya meminta maaf, rekan perawat, organisasi perawat, tidak ada unsur kesengajaan dan maksud sedikit pun untuk merendahkan profesi perawat,”  jelasnya.

Diharapkan dengan kejadian ini hubungan antara profesi perawat dengan dokter lebih harmonis, sinergis dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara khusus Malut dan Indonesia pada umumnya.

Perawat yang bersangkutan, Sofyan Ali membenarkan, bahwa keduanya telah saling komunikasi dan saling memaafkan dan ini telah selesai dan ini menjadi pelajaran agar kedepan tidak terjadi lagi. Semoga hubungan dokter, perawat dan kesehatan lain lebih baik lagi,ungkapnya.

Senada Ketua Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Malut, M Baitullah Dabi-Dabi menambahkan, pertemuan telah dilakukan lintas profesi perawat dan DPW IDI Malut dan pertemuan itu berakhir dengan sangat sejuk.

“Karena sudah diatasi dan ditangani oleh lintas profesi, untuk itu kepada rekan-rekan perawat seluruh di wilayah Malut telah diselesaikan dan dokter CR telah legowo meminta maaf terkait dengan pernyataannya. Maka diharapkan tidak ada lagi polemik yang berkepanjangan dan agar ini tidak terulang kembali,”  ungkap Baitullah.

Selain itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Dokter Indonesi (DPW IDI) Malut dr. Alwia mengatakan, yang bersangkutan CR telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh profesi perawat, organisasi perawat di wilayah Malut dan organisasi IDI.

“Lintas organisai profesi tugasnya mendinginkan suasana dan pertemuan tadi telah diputuskan telah selesai. Semoga kedepan dengan masalah ini kedua profesi dan kesehatan lain meningkatkan kerja sama yang lebih baik. Karena dokter dengan perawat merupakan mitra kerja, dimana dokter bekerja di dampingi oleh perawat. Kita mendinginkan anggota kita masing-masing dan kita pun dukung permintaan maaf secara terbuka CR dan SA sudah memaafkan,” jelasnya.

Menurutnya Ketua DPW IDI Malut, “Ini telah berakhir dan telah menyampaikan seruan kepada anggota masing-masing tidak lagi memperkeruh masalah ini dan sudahi ini karena telah usai dan kembali menjalankan tugas seperti biasa,” imbaunya.

Lanjut Ketua Dewan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Malut H. Muhlis Djailani membenarkan, bahwa telah dilakukan pertemuan dan telah membuat satu kesepakatan, telah diselesaikan secara kekeluargaan. Selama ini dokter dan perawat selalu bermesra.

“Dan mitra kerja antara dokter dan perawat sampai kiamat pun tidak akan berubah, karena keduanya ini mitra kerja dan ini kodrat. Oleh karena itu, sebagai ketua DPW PPNI Malut menghimbau kepada  DPD seluruh Kabupaten Kota dan DPK kita sudahi polemik ini dan mari kita bangun kembali hubungan dan silaturahmi yang baik. Agar kembali melakukan sistem pelayanan kepada masyarakat lebih baik, agar derajat kesehatan akan meningkat,” mengakhiri. (PN/HI)