Beranda Maluku Utara Empat Jembatan Perkuat Konektivitas Warga Pulau Obi

Empat Jembatan Perkuat Konektivitas Warga Pulau Obi

288
0

SOFIFI — Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong pemerataan pembangunan melalui penguatan konektivitas antarwilayah. Di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, empat jembatan dibangun untuk membuka akses masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi warga.

Keempat jembatan tersebut yakni Jembatan Gantung Dodoku Horikiwo di Desa Bobo serta Jembatan Rijang, Jembatan Dial, dan Jembatan Merah Putih Sungai Doko di Desa Gambaru. Pembangunan dilakukan Harita Nickel melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bersama pemerintah desa dan masyarakat.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan konektivitas menjadi salah satu kunci pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan.

“Pembangunan di Maluku Utara belum sepenuhnya inklusif. Salah satu kendala utamanya adalah masalah konektivitas, karena masih banyak wilayah yang belum terhubung oleh fasilitas jalan dan jembatan yang layak,” ujar Sherly.

Peresmian empat jembatan ditandai dengan penandatanganan prasasti di Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, yang dihadiri Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, dan Harita Nickel. (27/8/26)

Sherly menyebut Harita Nickel sebagai salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan membuka akses ekonomi masyarakat.

Direktur Utama Harita Nickel Roy Arman Arfandy menegaskan komitmen perusahaan untuk menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari program keberlanjutan.

“Indikator keberhasilan keberlanjutan kami bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan sejauh mana kemajuan ini mampu mendekatkan pelayanan, membuka kesempatan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Dampak pembangunan paling dirasakan warga Desa Gambaru. Jembatan Merah Putih sepanjang 25 meter dan lebar 4 meter yang melintasi Sungai Doko kini menjadi akses warga menuju kawasan pertanian dan industri.

Kepala Desa Gambaru Nasrudin M. Kasuba mengatakan keberadaan jembatan mempercepat mobilitas sekaligus distribusi hasil bumi dan kebutuhan masyarakat.

“Dengan jalur yang lebih layak, distribusi hasil bumi, komoditas lokal, dan logistik harian menjadi jauh lebih cepat dan efisien,” jelasnya.

Warga Gambaru, Nursia Drakel, mengaku akses menuju kebun kini lebih mudah dan aman. Sementara Siti Hawa Cawali menyebut keberadaan jembatan di wilayah Doko, Dial, dan Rijang memungkinkan warga menggunakan sepeda motor hingga kendaraan roda tiga menuju area pertanian dan lokasi aktivitas sehari-hari.

Kehadiran empat jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memperpendek jarak tempuh, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap sumber penghidupan, layanan dasar, dan peluang ekonomi di Pulau Obi. (GN)