Beranda Citizen Journalism Kopi Dabe, Minuman Kaya Rempah Khas Tidore

Kopi Dabe, Minuman Kaya Rempah Khas Tidore

978
0
BAGIKAN
Jojo Saat Menyajikan Kopi Dabe Di Rumah Printing Janglaha

GN-Ternate, Mampir di Janglaha Printing pagi ini, sebenarnya bukan agenda terencana. Tapi berkat kunjungan itu, sesuatu yang tidak pernah terduga membuat penulis akhirnya menggoreskan tinta untuk menulis tentang kopi Dabe. Suasana sangat hangat, bersahabat dan nyaman. Itulah kesan pertama yang muncul sebelum suguhan minuman sarat rempah itu tersaji di hadapan penulis.

Di sebuah teras apik nan nyaman, penulis lalu duduk sembari menunggu sajian kopi Dabe. Menurut si penyaji yang juga empunya rumah sekaligus pemilik Janglaha Printing, Jojo Janglaha, kopi Dabe adalah kopi khas Tidore yang sudah ada sejak jaman dahulu. Dabe dalam bahasa daerah Tidore berarti baku tambah alias saling menambahkan.

Rumah Printing Janglaha

“Awalnya, kita bikin untuk orang yang menunggu hasil cetakan spanduk atau baliho. Karena banyak yang suka kopi dabe, jadi kita sediakan. Dan ini gratis,” tutur Jojo.

Bagi penulis, kopi Dabe adalah salah satu minuman tradisional kaya rempah-rempah khas Maluku Utara yang dikolaborasi dengan kopi, hingga menghasilkan rasa yang luar biasa enak.  Dahulu, pembuatan kopi Dabe harus dibuat menggunakan balanga Mare, wadah untuk memasak yang terbuat dari tanah liat, yang berasal dari pulau Mare. Namun seiring perkembangan jaman, untuk memasak kopi Dabe dibolehkan menggunakan alat masak  moderen yang banyak dijual di pasar. Konon, di zaman dahulu, kopi Dabe hanya disajikan untuk tamu kehormatan di Kesultanan Tidore. Toh, walaupun jaraknya berdekatan, kopi dabe jarang ditemukan di Ternate.

Namanya saja kopi rempah. Maka pembuatannya tentu menggunakan beragam aneka rempah-rempah seperti jahe, kayu manis, cengkeh dan pala. Bahan-bahan itu lalu direbus bersama air hingga mendidih. Setelah semuanya tercampur dan mengeluarkan aroma wangi, tinggal ditambahkan kopi bubuk dan gula putih, untuk mendapatkan rasa yang nikmat. Sesekali, jika ingin menambah aroma wangi khas boleh ditambahkan daun pandan.

Toh, jika  ingin dominan rasa rempah tertentu, misalnya cengkeh, pala atau jahe saja, bisa ditambahkan ke dalam campuran kopi. Semuanya tergantung keinginan alias selera masing-masing.

Di Rumah Printing Janglaha, sajian kopi Dabe diberikan secara gratis. Kopi Dabe sudah seperti wellcome drink (minuman selamat datang) jika kita berkunjung ke sana. Lalu saya pun  teringat sebuah kata-kata bijak  “Tidak perlu sesuatu yang besar untuk melestarikan adat dan budaya. Tapi marilah memulainya dari hal-hal yang kecil dahulu”.

(Wiwied Ichsan)

Tinggalkan Balasan