Beranda Halmahera Barat Cuaca Buruk Ganggu Aktivitas Masyarakat dan PNS

Cuaca Buruk Ganggu Aktivitas Masyarakat dan PNS

391
0
BAGIKAN

JAILOLO – Intensitas curah hujan tinggi disertai angin yang melanda Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), sejak Minggu malam, hingga Senin (16/10/17), sempat mengganggu, aktivitas masyarakat.

Berdasarkan amatan wartawan media ini, baik di pusat pemerintahan, hingga akses transportasi laut, di Pelabuhan Jailolo. Kondisi kantor bupati, sejak pukul 09.00 hingga 11.00, pegawai, baik honor maupun PNS, di hampir seluruh SKPD, nampak sepi dari aktivitas pegawai.

Hal ini dikarenakan, mayoritas pegawai, yang sempat kembali ke Ternate, akhir pekan kemarin, tak kunjung balik ke Halbar karena disebabkan kondisi cuaca buruk.

Selain itu, aktivitas pelayaran di pelabuhan Jailolo pun terkendala, sejak pukul 07.00 WIT. Berdasarkan amatan dilapangan, speedboat yang terparkir di dermaga pelabuhan, baru diizinkan pihak Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) sekitar pukul 11.16 WIT, untuk melayani penumpang yang hendak berangkat.

Akibat peristiwa alam ini, membuat penumpang hendak bepergian ke Ternate mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari antrian calon penumpang yang membeli tiket.

“Saya tadi dari Ternate menuju Jailolo hanya mengangkut 12 penumpang dari total kapasitas 17 penumpang, Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” aku Suratin Manibu, selaku nahkoda, speedboat Cendrawasih 02.

Terpisah, salah satu petugas dari kesyahbandaran, Farman Djafar, yang ikut memantau jalannya aktivitas di pelabuhan, mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan pihak BMKG, sesuai prediksi, selama beberapa hari kedepan, dengan jangka waktu yang tidak ditentukan, angin kencang, disertai curah hujan yang tinggi, bakal melanda Halbar.

“Jadi sekitar 2 mil, dari bibir pantai Jailolo, kondisi laut yang terkonfirmasi, cukup tenang, namun, lewat dari 2 mil, kondisi laut ada arus gelombang yang diperkirakan, mencapai 1,5 meter,” tutur Farman.

Lanjut Farman, pihaknya menghimbau kepada seluruh nahkoda, baik speedboat maupun kapal, agar tidak memaksakan kehendak dan selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama, menyangkut dengan ketersediaan alat keselamatan, berupa pelampung dan navigasi. “Jika kedapatan, ada yang memaksakan kehendak untuk berangkat, saat cuaca sedang buruk, maka Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tidak akan kami berikan, dan kalau terjadi sesuatu, maka itu bukan tanggung jawab kita lagi,” tegas Farman, sembari menyatakan jika mesin serta body, 24 unit speed boat yang beroperasi di pelabuhan Jailolo, berada dalam kondisi baik dan aman.(UK)