Beranda Halmahera Selatan Usai Liputan Wartawan Diusir Dari Kapal ?

Usai Liputan Wartawan Diusir Dari Kapal ?

467
0
BAGIKAN
Sejumlah wartawan yang berangkat meliput WIFT

Dival: Kami harus mencari jalan pulang

HALSEL – Delapan orang wartawan Online dan Tv (televisi) masing-masing, RRI.co.id, TVRI, MNC, Antara TV, Liputan 6, Kantor Berita, Brindo News dan Sindo Raya harus menelan pil pahit karena diturunkan dari kapal Bahari Ekspres. Diduga ke delapan orang wartawan ini diturunkan dari kapal tanpa alasan yang jelas.

Akibatnya, mereka harus mencari jalan untuk pulang menuju Labuha dengan melewati rute Gane Luar dan melanjutkan perjalanan ke Gane Dalam. Kejadian tak menyenangkan tersebut terjadi saat para pewarta ini melakukan tugas peliputan di Pulau Widi dalam rangka event Widi International Fishing Tournament, yang di gadang-gadang sebagai event mancing terbesar di Indonesia.

Dival salah satu wartawan media online, kantorbrita.id mengatakan, pengusiran sejumlah wartawan dari kapal Bahari Expres merupakan tindakan pelecehan terhadap profesi wartawan.

“Wartawan? silahkan turun dulu, soalnya banyak peserta yang belum dapat tempat duduk”, ungkap salah satu petugas keamanan kepada sejumlah wartawan.

Sejumlah pewarta yang mencari transportasi di pelabuhan untuk kembali ke Labuha

Peristiwa pengusiran wartawan kata dia, diduga lantaran panitia event WIFT, khawatir wartawan mengetahui kondisi peserta mancing yang terlantar didalam kapal.
“Ini cara panitia mencegat wartawan agar tidak mengetahui peserta yang terlantar di kapal, karena sebagian besar peserta mancing memprotes pelayanan panitia yang buruk kepada peserta mancing,” katanya.

Sementara itu, ketua Kowar Malut, Alfajri mengemukakan, pengusiran terhadap wartawan yang dilakukan panitia WIFT itu merupakan tindakan yang tidak patut di contoh dan itu merupakan pelecehan terhadap profesi wartawan.
“Kenapa sudah di kapal baru di turunkan, dan caranya juga sudah salah karena menyebutkan nama wartawan,” kesalnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan panitia terkait dugaan pengusiran ke delapan wartawan tersebut. (Raja)