Beranda Maluku Utara 40 Terobosan Baru Lahir dari Seminar Diklat Pimpinan Eselon IV

40 Terobosan Baru Lahir dari Seminar Diklat Pimpinan Eselon IV

92
0
BAGIKAN

TERNATE – Peserta Diklat Pimpinan IV angkatan pertama Pemerintah Kota Ternate, yang melakukan kerja sama  dengan pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) yakni BPSDM dalam hal ini Pemprov dan Pemerintahan kota Ternate, dalam membuat Inovasi-inovasi baru di masing-masing SKPD untuk nantinya diterapkan di perubahan anggaran dan perubahan belanja daerah (APBD) 2018 mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Sumberdaya Manusia (BKD-SDM) Kota Ternate , Junus Yau, ketika diwawancara Kamis (02/11/2017) mengaku,  hampir dua bulan para peserta pelatihan dari berbagai macam SKPD. Mereka “off” kampus itu, mereka kembali ke masing-masing SKPD untuk tindak lanjut apa yang mereka dapatkan selama di kelas.

“Hari ini merupakan hari pembuktian mereka terhadap inofasi yang telah mereka lakukan hari ini sudah dikunjungi oleh pak Walikota dan pak Wakil Walikota, beserta Asisten dan Staf Ahli terhadap inofasi-inofasi yang dibentuk dalam bener yang sangat kreatif yang mereka lakukan,” jelasnya.

Lanjut dia,  Walikota Burhan Abdurahman meminta kepada saya agar mencatat bagai mana inovasi dari Eselon IV ini kegiatan mana saja yang akan di follow up atau ditindak lanjut dalam APBD 2018  harus digunakan oleh masing-masing SKPD untuk ditindak lanjuti,” katanya.

Oleh karena itu,  saya sangat berterimakasih kepada Walikota dan seluruh jajaran yang berkunjung. Karena ini merupakan motifasi bagi peserta Diklat Pimpinan Eselon IV untuk terus berkarya dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing SKPD.

“Hari ini ada 40 jajaran inovasi baru dijajaran pemerintah Kota Ternate bahkan tadi dari Kadis Diknas sudah menyampaikan bahwa mereka sangat berterimakasi karena ada dua orang yang bisa ikut dari diknas dan sangat luar bisa inovasinya,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan merupakan diklat program baru yang dilaksanakan diseluruh Indonesia.

“Inovasi yang dilakukan saat ini akan diterapkan di tahun 2018, bahwa apa yang mereka lakukan hari ini, bahwa hal ini sudah mereka lakukan, dan ini merupakan program jangka pendek adapula jangka menengah dan jangka panjang,” tuturnya.

Untuk jangka menengah akan dilakukan pada 1 Januari 2018, apa yang dilakukan dalam inovasi proyek perubahan ini, bakal dilakukan perubahan di SKPD masing-masing, terkait dengan tugas pokok dan fungsi mereka, akan terus berlanjut karena sudah pasti mereka lebih mengetahui apa yang harus dibenahi dan apa yang harus perbaiki.

Dia berharap,  apa yang telah peserta diklat inovasi, bisa diterapkan hingga pada tahun-tahun mendatang.

“Ada pula inovasi dari keuangan, ada sistem alarm yang selama ini kalau misalnya laporan tertunda, begitu ada permintaan tetap dilayani, tapi saat ini tidak lagi begitu, ada yang belum memasukkan laporannya maka alarm akan berbunyi di SKPD masing-masing. Itu tanda bahwa SKPD yang bersangkutan belum memasukkan laporannya, jadi setiap SKPD memiliki inovasi yang berbeda-beda dan ini sangat luar biasa,” cetusnya. (HT)

Tinggalkan Balasan