Beranda Halmahera Selatan IMM Halsel Bangkit

IMM Halsel Bangkit

85
0
BAGIKAN

Tufail : Jadi kader IMM tak boleh lelah, harus peka pada fakta sosial.

LABUHA – Berjuang di Perserikatan Muhammadiyah memang tidak mudah. Harus mengorbankan waktu, tenaga, dan fikiran. Bahkan materi pun harus dikorbankan demi kesejahteraan umat di negeri ini.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiayah (PDM) Tufail Iskandar Alam, saat membuka kegiatan traning Darul Arqam Dasar (DAD), Komisariat Ahmad Dahlan Halsel, di Aula Rumah Adat Kebun Karet Labuha.

Muhammadiyah, kata Tufail, tidak akan berkembang tanpa ada kader yang siap menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.
“Maka jangan pernah mengeluh dan lelah untuk berjuang di Muhammadiyah. Karena hakikatnya, jika kita berjuang untuk Muhammadiyah berarti kita juga berjuang untuk bangsa Indonesia ini,” tegas Tufail.

Sementara, Ketua Fokal Halsel, Nahrawi Rabbul, menyampaikan bahwa tugas mahasiswa hari ini adalah harus peka terhadap fakta sosial.
“Jika IMM melihat umat Islam dilecehkan kemudian tidak melawan, itu namanya bukan IMM,” ujarnya.

Karena kata dia, tugas seorang Muslim, harus bisa merebut kekuasaan dari orang-orang bukan pribumi. Oleh karena itu, saat ini dibutuhkan kader-kader perubahan yang akan menjadi manusia dahsyat dan pemimpin yang membumi.

Nahrawi, juga mengharapkan Tri Kompetensi Dasar IMM yang meliputi religiusitas, intelektualitas, dan humanitas bisa ditingkatkan oleh kader-kader IMM khususnya di persada Halsel ini.
“Saya berharap kader-kader IMM Hals selalu terlibat aktif dalam setiap agenda kampus yang nanti akan meningkatkan kualitas intelektual, humanitas dan religiusitas kita,” ucap Nahrawi.

Nahrawi, juga mengajak kepada pengurus Koorkom IMM Ahmad Dahlan Halsel, untuk menjalin kordinasi dan komunikasi yang baik dengan pimpinan-pimpinan. Menurutnya, Muhammadiyah membutuhkan kader-kader terbaik IMM se-Halsel untuk membantu Muhammadiyah agar dapat lebih berkembang lagi dan bersaing di kancah internasional.

“Tidak hanya di kader, tetapi juga di amal usaha lainnya. Saya khawatir kalau amal usaha tidak dipegang oleh kader Muhammadiyah nilai-nilai Muhammadiyah akan luntur,” tutupnya. (Raja)

Tinggalkan Balasan