Beranda Halmahera Utara Perlakuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Halmahera Utara Dinilai tidak Profesional oleh Sanggar...

Perlakuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Halmahera Utara Dinilai tidak Profesional oleh Sanggar Seni Bumi Guraci

104
0
BAGIKAN
Drs. Mus Pasimanyeku, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Halmahera Utara.

TOBELO – Berlangsungnya acara Pameran Inovasi yang disponsori oleh Pemerintah Daerah Halmahera Utara, sedikit tercoreng oleh perlakuan tidak profesional salah satu dinas dalam menyajikan dokumentasi.

Sebut saja Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Halmahera Utara. Mengapa tidak, bermaksud mengumpulkan dokumentasi agar bisa dipamerkan pada gelaran acara tersebut, usut punya usut tidak disertai sumber dari kelompok yang memberikan dokumentasi itu.

Salah satu penampilan Sanggar Seni Bumi Guraci.

Hal ini terungkap melalui postingan media sosial facebook lewat salah satu akun milik Jesaya Rahaguna Banari yang juga adalah ketua dan pembina sanggar seni “Gumi Guraci”.

Ocehannya dalam status, mantan anggota DPRD Halut ini menyesalkan sikap yang dilakukan oleh dinas tersebut kepada sanggar seni miliknya. “Dinas Kearsipan dan Dokumentasi meminta untuk mengakses foto dan video yang berkaitan dengan kearsipan daerah Halmahera Utara. Tapi sayangnya, dokumentasi yang di pajang tidak disertakan sumbernya dari mana”, ucap Jesaya dalam statusnya.

Tambah dia, sepertinya dokumentasi tersebut adalah milik dinas/ “Sayangnya, dokumentasi tersebut seakan-akan produk dinas”, tambah Jesaya.

Ragam komentar pun bermunculan menanggapi status tersebut. Sementara itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Drs. Mus Pasimanyeku ketika dihubungi oleh media online Gamalamanews.com via telepon genggam mengatakan, tidak tahu menahu akan persoalan ini. “Saya tidak tahu ada ocehan seperti itu dalam status facebook”, kata Mus.

Dia menambahkan, dalam pembuatan arsip untuk dipajang di pameran, pihaknya telah melayangkan surat kepada yang bersangkutan. Lanjut dia menjelaskan, pembuatan arsip ini melibatkan yang bersangkutan juga. “Intinya ada surat yang kami layangkan untuk pembuatan arsip dan dokumentasi yang akan ditampilkan. Saya juga heran kalau ada keluhan, karena selama dua hari kami bersama-sama dengan pak Jesaya dalam kerja-kerja tersebut”, jelas Kepala Dinas. Dia juga mengatakan, akan berkomunikasi dengan pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan hal tersebut. (Nol)

Tinggalkan Balasan